Suara.com - Pandemi Covid-19 memukul semua lini bisnis di Indonesia. Semua kegiatan masyarakat harus dirubah dari offline menjadi online. Hal ini justru dimanfaatkan perusahaan finansial teknologi, Digiasia Bios dalam mengembangkan lini bisnisnya.
Tahun ini, Digiasia Bios melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan, seperti Home Credit Indonesia, Semen Indonesia dan lainnya.
CEO Digiasia Hermansjah Haryono mengatakan,Digiasia Bios mengambil momentum perubahan aktivitas masyarakat dalam meningkatkan lini bisnisnya.
Digiasia Bios membantu para mitra untuk meningkatkan layanannya khususnya dalam teknologi keuangan. Untuk tahun ini, Digiasia Bios menargetkan peningkatan nilai trasaksi dari seluruh mitra sebesar 3 kali lipat dibanding tahun lalu.
“Sampai saat ini kami terdapat lebih dari 20 mitra yang telah bergabung dengan Digiasia. Ini menggambarkan antusiasme mitra berdasarkan kebutuhan bisnisnya yang terus berkembang setelah adanya pandemi,” ujarnya ditulis Rabu (3/11/2021).
Dia menjelaskan Digiasia Bios dan mitra mempercepat transformasi digital agar membentuk ekosistem dalam industri perbankan.
Saat ini, perbankan mulai berlomba dalam mengembangkan open-banking, salah satunya untuk integrasi dengan platform-platform teknologi finansial (tekfin/fintech) yang sudah lebih dahulu menyediakan akses transaksi terhadap kebutuhan tersebut.
“Untuk tantangan sendiri, mulai dari regulasi pemerintah dan kecepatan mitra dalam mengakselerasi penerapan finansial teknologi,” katanya.
Kedepannya, Digiasia Bios dan afiliasinya seperti KreditPro, Remitpro dan juga Kaspro akan terus melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan dalam mengembangkan ekosistem digital.
Baca Juga: Memajukan Bisnis Akuakultur, eFishery Manfaatkan Teknologi Digital Modern
Selain itu, perusahaan juga melakukan cross selling dengan mitra lainnya. Dengan begitu, transaksi ekosistem digital terus berkembang dengan menjaga kuantitas dan kualitas mitra.
“Kerjasama yang dilakukan oleh KreditPro, Remitpro dan juga Kaspro sebagai bagian dari afiliasi dari Digiasia Bios, menjadi langkah yang dilakukan oleh perusahaan yang fokus di teknologi keuangan dan industri digital ini, untuk lebih mengenalkan inklusi keuangan digital yang ada di Indonesia kepada target marketnya,” tegasnya.
Hermansjah berharap pandemi Covid-19 cepat membaik, sehingga aktivitas bisnis dan komersial dapat berjalan seperti sedia kala. Untuk itu, Digiasia Bios terus mempersiapkan dukungan ekosistem digital guna meningkatkan roda-roda perekonomian secara lebih merata.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
IHSG Sesi I: Selangkah Lagi 9.000, Sektor Energi Pimpin Reli Penguatan
-
Cadangan Devisa Indonesia Meroket Tembus Rp2.629 Triliun di Akhir Tahun 2025
-
Insentif Rumah Diperpanjang Purbaya, Menperin Ungkap Efeknya Bagi Industri
-
Bangkrut, OJK Cabut Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Suliki Gunung Mas
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
Rupiah Masih Lemas, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
UU APBN 2026: Defisit Anggaran Dipatok 2,68% Tahun Ini
-
UU APBN 2026: Belanja Negara Tembus Rp 3.842 Triliun
-
UU APBN 2026 Akhirnya Terbit, Penerimaan Pajak Ditarget Rp 2.693 Triliun
-
Pinjol Maucash Milik Grup Astra Tutup Usaha, Apa Penyebabnya?