Suara.com - Kesadaran masyarakat modern akan pentingnya kesehatan secara fisik dan mental menjadikan aspek psikologis menjadi perhatian khusus. Layanan psikologi pun makin dibutuhkan baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di lingkup pekerjaan.
Prospek kerja jurusan Psikologi pun berkembang mulai dari ranah akademis, klinis, hingga karyawan perusahaan.
Jurusan Psikologi sendiri mempelajari tentang manusia. Bukan sebatas perilaku, tetapi juga aspek kejiwaan yang berpengaruh terhadap perilakunya sehari-hari. Jurusan Psikologi juga akan mempelajari alur berpikir seseorang yang berkaitan dengan kondisi psikisnya. Berikut prospek kerja jurusan Psikologi sesuai dilansir dari Quipper.
1. Praktisi Kesehatan Mental
Praktisi kesehatan mental cocok menjadi pilihan karier bagi lulusan Psikologi yang memiliki rasa empati tinggi. Praktisi kesehatan mental, secara teknis, memegang banyak peranan. Ada yang bertugas melayani konsultasi orang-orang dengan gangguan depresi bahkan merawat orang-orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Profesi ini bisa ditekuni di rumah sakit pemerintah, swasta, maupun membuka praktik secara mandiri. Peluang karier menjadi praktisi kesehatan mental juga terbuka lebar setelah kesadaran akan isu kesehatan mental meningkat signifikan di masyarakat.
2. Konsultan Pendidikan
Konsultan pendidikan biasanya akan bekerja di sekolah-sekolah khususnya di jenjang SMA. Bukan rahasia lagi jika banyak pelajar gamang menentukan pilihan ketika lulus sekolah menengah dan akan melanjutkan ke perguruan tinggi. Lebih dari separuh siswa SMA bahkan disebut memilih jurusan yang salah ketika kuliah. Di sini, lulusan Psikologi bertugas menganalisis minat dan bakat peserta didik baik melalui sesi wawancara maupun mengukur dengan alat tes.
Di samping itu, konsultan pendidikan juga dapat mengarahkan kebiasaan belajar menurut perilaku anak. Analisis ini penting karena keahlian masing-masing anak unik dan berbeda.
3. HRD Perusahaan
Baca Juga: Jangan Anggap Remeh 5 Kalimat ini untuk Anak! Merusak Pertumbuhan Psikis
Human Resources Development (HRD) atau pengembangan sumber daya manusia (SDM) bertugas melakukan rekrutmen terhadap calon karyawan di perusahaan. Di samping itu, HRD juga bertugas mengkoordinasi program pengembangan diri bagi karyawan dan menyelesaikan sengketa antara karyawan dengan pihak manajemen perusahaan.
4. Psikolog
Psikolog memiliki kemampuan untuk melihat kondisi psikososial yang mempengaruhi perilaku, pikiran, serta keadaan emosi seseorang. Namun, psikolog tidak diperkenankan untuk meresepkan obat-obatan. Psikolog bertugas membantu memperbaiki hubungan antarmanusia baik di tempat kerja, rumah tangga, termasuk pernikahan.
Untuk menjadi Psikolog, kuliah S-1 saja tidaklah cukup. Psikolog harus meneruskan profesi psikologi atau bahkan S-2 dengan peminatan tertentu seperti Psikologi Pendidikan atau Psikologi Organisasi.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
7 Trik Psikologi Marketing Supaya Cuan Gede
-
Permainan Ideal untuk Anak Menurut Psikologi UGM
-
Viral Split Bill Saat Pergi dengan Lawan Jenis, Pakar Psikologi Angkat Bicara
-
Terpopuler: Cara Cepat Basmi Nyamuk di Rumah, Mengenal Tes Psikologi MBTI
-
Mengenal Tes Psikolog MBTI dan 16 Tipe Kepribadiannya, Kamu yang Mana?
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini