Suara.com - Strategi Indosat ooredo dalam beberapa tahun belakangan dianggap mulai memberi dampak baik dan pertumbuhannya diperkirakan terus berlanjut terutama setelah perusahaan itu merampungkan merger dengan PT Hutchinson 3 Indonesia.
Merger Indosat Ooredoo dan H3I menjadi Indosat Ooredoo Hutchison, dapat menyatukan dua bisnis yang saling melengkapi untuk menciptakan sebuah perusahaan telekomunikasi digital dan internet yang lebih besar dan lebih kuat secara komersial, serta memberikan nilai tambah kepada seluruh pemegang saham, pelanggan, dan masyarakat Indonesia.
"Tentu tujuan atau visi misi penggabungan usaha kedua pihak melalui pola merger, adalah terciptanya pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," kata Kepala Riset Reliance Sekuritas Alwin Rusli, pada Senin (8/11/2021).
Saat ini menurut dia Indosat memiliki sejarah panjang di dunia operator telekomunikasi, sedangkan Hutchinson Tri masuk ke Indonesia pada tahun 2007, sehingga hasil konsolidasi ini dapat saling mengisi consumer base secara demografis di Indonesia.
Secara teknis, penggabungan dua operator ini akan membuat pita frekuensi yang lebih lebar, sehingga dapat memberi fleksibilitas layanan kepada perusahaan yang baru.
"Selain itu, yang paling penting dari proses merger ini yaitu menggabungkan pendapatan dari kedua perusahaan, sehingga perusahaan baru ini akan memiliki kemampuan untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan apabila mereka berdiri sendiri-sendiri," katanya.
Melalui bisnis yang terjaga dan berkelanjutan diharapkan dapat memberikan kepercayaan kepada investor di pasar saham, seiring dengan kapasitas perusahaan yang lebih besar dengan perkiraan pendapatan dari perusahaan gabungan ini mencapai 3 miliar dolar AS.
"Perusahaan hasil penggabungan ini nantinya tetap akan listing di bursa saham dengan kode ISAT. Kami merekomendasikan beli untuk saham ISAT dengan target harga di sekitar Rp8.300 per saham, dengan mempertimbangkan dalam waktu dekat ini Menkominfo akan segera mengizinkan proses merger tersebut," kata Alwin.
Indosat Ooredoo pada September 2021 membukukan total pendapatan Rp23 triliun atau naik 12 persen year on year/yoy dan laba bersih laba bersih sebesar Rp5,8 triliun.
Baca Juga: Investasi Asing Penting, Tapi Indonesia Harus Kuasai Teknologi Kunci Kendaraan Listrik
EBITDA meningkat 22,7 persen yoy mencapai Rp10,4 triliun karena kombinasi pertumbuhan top-line dan fokus berkelanjutan pada efisiensi biaya operasional.
"Strategi transformasi kami memperlihatkan bahwa perusahaan mempertahankan momentum pertumbuhannya dan memberikan kinerja keuangan yang sangat baik. Dalam sembilan bulan tahun ini, pertumbuhan pendapatan kami terus berlanjut mengungguli industri," kata Director & Chief Financial Officer Indosat Ooredo Eyas Naif Assaf.
Indosat Ooredoo juga mencatatkan 62,3 juta pelanggan meningkat 3,2 persen yoy, sementara pelanggan data 4G tumbuh menjadi 43 juta, meningkat 27 persen yoy.
Berita Terkait
-
Kisah Unik Pemain Persita Jebol Gawang Tim Asuhan Mertua
-
Mensos Risma Tegur Bupati Gresik Perkara Banjir Bandang
-
Menteri Risma Sedih Lihat Kondisi Pengungsi Banjir di Gresik
-
Dorong Inovasi Pembayaran Digital, Ini Pemenang E-Wallet User Research Challenge 2021
-
Mensos Risma Harap Perbaikan Makam Bung Karno Selesai pada Hari Pahlawan
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS
-
AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!
-
PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit
-
Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?
-
Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur
-
DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah
-
Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya
-
Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS
-
Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'
-
Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal