Suara.com - Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menekankan masyarakat Mataram untuk terus berinovasi dalam melaksanakan jenis-jenis produk dari Kerajinan (Kriya) yang sangat uni dan hanya ada di kota ini.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, subsektor kriya merupakan subsektor ekonomi kreatif prioritas yang didukung penuh oleh Kemenparekraf/Baparekraf.
Kota Mataram memiliki beragam jenis produk kriya, yaitu rotan, tenun songket, ukiran kayu dan lain sebagainya.
“Ini yang harus dikembangkan, sehingga produk ini bisa jadi kuaitas ekspor,” kata Sandiaga ditulis Selasa (9/11/2021).
Bila sudah ada peningkatan dan kualitas semakin terdepan, maka produk-produk ini bisa menjadi bahan untuk peningkatan ekonomi dan juga kebangkitan ekonomi masyarakat Kota Mataram.
Menurutnya, pelaku ekraf subsektor kriya diharapkan dapat mempekuat produknya dari sisi inovasi, kreativitas dan kolaborasi agar bisa memperluas pemasaran, khususnya di saat pandemi ini.
Di samping itu Kemenparekraf/Baparekraf terus berkomitmen dan konsisten dalam memberikan dukungan serta fasilitasi terkait pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif melalui berbagai program dan kegiatannya.
Penyusun panduan CHSE, Gernas BBI dan gerakan Beli Kreatif Lokal yang digagas Kemenparekraf dan Kemenkomarves, jadi ujung tombak.
“Melengkapi keseriusan kita mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif walau di tengah pandemi,” tegasnya.
Baca Juga: Viral Wawenparekraf Pingsan di Acara Keraton Solo, Warganet Justru Salfok dengan Sosok Ini
Untuk itu, guna peningkatan kualitas dan inovasi produk kriya maka pihaknya mengadakan workshop yang dihadiri oleh ahli dan pakar dibidangnya masing-masing.
Dengan begitu, masyarakat atau perajin bisa dibantu untuk mengembangkan produknya bagitu juga bagaimana mendapatkan modal untuk pengembangan produknya.
Selain itu, Kemenparekraf mendorong pemerintah daerah untuk mendorong masyarakat untuk ikut dalam program-program Kemenparekraf seperti Desa Wisata, Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif, Program Pengembangan SDM, Baparekraf for Startup (BEKUP), Bantuan Insentif Pemerintah (BIP), dan Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai