Suara.com - Direktur Bioenergi, Dirjen Energi Baru Terbarukan (EBT) dan Konservasi Energi, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Andriyah Feby Misnah menyebut, seperempat dari porsi EBT target pemerintah pada 2025 berasal dari bahan bakar nabati (BBN).
"Indonesia menargetkan bauran EBT sebesar 23 persen pada 2025 yang setara dengan 92,2 million tonnens of oil equivalent (MTOE), seperempatnya dicanangkan dari BBN," kata Andriyah, Selasa (16/11/2021) lalu.
Ia menambahkan, kini BBN masih dominan berbasis minyak sawit atau biodiesel sawit. Kendati diakui, Indonesia memiliki kekayaan sumber EBT yang melimpah seperti energi surya, air, angin, termasuk BBN.
Berkaitan dengan upaya menggali potensi BBN, lanjut dia, perlu ada peta jalan pengembangan BBN dalam pemenuhan bauran energi, sekaligus penurunan emisi gas karbonsioksida di Indonesia.
Hal ini dinilai penting, mengingat dalam 20 tahun terakhir pertumbuhan penggunaan BBN dunia meningkat 10 kali lipat.
Sementara produksi biodiesel di Asia Pasifik besar yang didukung oleh produksi CPO Indonesia. Hal itu puncaknya pada 2006, Indonesia tercatat sebagai penghasil sawit terbesar di dunia.
Program BBN ini akan diklaim berdampak pada tiga hal yakni ketahanan dan kedaulatan energi, pengentasan kemiskinan, termasuk menyangkut lingkungan hidup.
Secara terpisah, Deputi Direktur Yayasan Madani Berkelanjutan, Giorgio Budi Indarto pada kesempatan yang sama lebih menekankan pada upaya pemerintah yang perlu membuat kerangka jalan BBN, guna mengurangi emisi karbon sebagai bentuk komitmen menekan kenaikan suhu dari pemanasan global.
Dia mengatakan, pemerintah hendaknya tidak hanya bergantung pada satu jenis sumber BBN yakni dari minyak kelapa sawit (crude palm oil/ CPO) saja. Tetapi juga harus dapat mengembangkan jenis BBN lainnya.
Baca Juga: Terapkan Electrifying Lifestyle, Pemkap Sidrap Dorong ASN Gunakan Kendaraan Listrik
Berita Terkait
-
Kemendag: Asosiasi Sediakan Minyak Goreng Kemasan Sederhana Seharga Rp14 Ribu
-
Punya Prospek Menjanjikan, Perusahaan Jepang Ingin Bangun PLTS di Sulsel
-
Studi: Mengonsumsi Banyak Lemak dari Daging Merah Tingkatkan Risiko Stroke
-
5 Perubahan yang Akan Terjadi Dalam Tubuh Saat Konsisten Diet Plant Based
-
Terapkan Electrifying Lifestyle, Pemkap Sidrap Dorong ASN Gunakan Kendaraan Listrik
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun
-
Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS
-
Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025
-
Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar
-
DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026
-
Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa
-
Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang
-
UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI
-
Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global
-
Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun