Suara.com - Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT) baru saja mengukuhkan Dewan Pengurus Nasional periode 2021-2026. Pengukuhan dilakukan secara daring, dengan mengundang seluruh unsur KAPT, baik yang mewakili komunitas alumni, maupun kewilayahan.
Teguh Indrayana, yang mewakili Dewan Penasehat KAPT 2021 – 2026, dalam pengukuhan tersebut menyampaikan, organisasi ini telah berkembang aktivitasnya.
Tak lagi hanya sebagai organ relawan pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo, melainkan lebih banyak aktif turun dalam upaya pemberdayaan masyarakat.
"Terima kasih untuk kerja keras pengurus periode sebelumnya, juga kerja keras formatur dalam membentuk kepengurusan baru. Selamat untuk pengurus baru, semoga dapat melanjutkan dan lebih baik lagi ke depannya, seluruh komponen KAPT akan mendukung sepehuhnya" ujar Teguh ditulis Rabu (17/11/2021).
Sebagai informasi, Dewan Pengurus Nasional adalah hasil kerja dari formatur, yang dipilih melalui Musyawarah KAPT 2021 pada 31 Juli 2021 lalu. Formatur terdiri dari Bambang J. Pramono (Ketua Formatur), Marthin Hesron Pangihutan Siregar, Sih Wening Wijayanti, Richard Henry Kurniawan, Ermawan Wibisono, Muhammad Khabib dan Lambok Jeffri Parlaungan Siahaan. Selain menghasilkan Susunan Dewan Pengurus Nasional KAPT, formatur juga mengeluarkan Pokok-pokok Program KAPT 2021 - 2026.
Musyawarah KAPT 2021 sendiri, telah menetapkan beberapa hal, di antaranya menyepakati Bambang J. Pramono sebagai Koordinator Nasional, Seno Kusumoardjo sebagai Koordinator Dewan Penasihat, dan Ammarsjah sebagai Koordinator Dewan Penasihat.
Ammarsjah, Koordinator Dewan Pengarah KAPT 2021 - 2026, dalam sambutannya mengapresiasi kerja formatur.
“Hari ini hari yang kita tunggu, telah terkumpul kader terbaik yang saya yakin akan membawa organisasi KAPT semakin berkiprah mengabdi bagi Nusa dan Bangsa," tuturnya.
Ammarsjah juga memberikan apresiasi yang setingginya kepada seluruh jajaran KAPT yang telah menunjukkan, bahwa melalui musyawarah mufakat, filosofi demokrasi Pancasila, telah menuntaskan suksesi kepemimpinan dengan suasana damai penuh keguyuban.
Baca Juga: Jamkrindo Promosikan UMKM Binaan di Ajang BLU Expo 2021
"Estafet kepemimpinan ini merupakan kondisi alamiah dan sebuah keharusan dalam sebuah organisasi yang tetap ingin eksis dan terus bertumbuh kembang," ujar Ammar.
Bambang J Pramono, Koordinator Nasional KAPT, dalam pidato pengukuhannya mengingatkan kepada seluruh pengurus akan pentingnya kerja kerjas. Hal tersebut untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja kepengurusan sebelumnya, yang telah meletakkan dasar yang kokoh pada organisasi KAPT.
"Kita sebagai organisasi yang berasal dari berbagai komunitas kampus di negeri tercinta ini, ke depannya tantangan bangsa ini tidaklah mudah. Tanggung jawab kita bersama untuk memastikan negeri tercinta ini dapat melalui masa-masa sulit Pandemi,” ucapnya.
"Bersama kita mengawal Pemeritahan Presiden Joko Widodo sampai 2024, dengan tetap memberikan masukan atau kritik yang kontruktif. Dan, terus bekerja untuk Indonesia, dengan tetap menjaga Kebhinekaan dalam menghadapi Intoleransi, radikalisme dan terorisme. Ikut mempersiapkan calon pemimpin 2024 yang bisa meneruskan legacy yang sudah dihasilkan Presiden Jokowi, dan tentunya juga menjalankan program kerja yang telah dirumuskan formatur.” Bambang melanjutkan.
KAPT dibentuk pada 11 Mei 2014 oleh sejumlah komunitas alumni perguruan tinggi. Saat ini telah tergabung 16 komunitas alumni perguruan tinggi, antara lain berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro, Universitas Kristen Indonesia, Universitas Moestopo, Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN), Universitas Mercu Buana, Universita Paramadina, dan Universitas Trisakti.
Selama lebih dari tujuh tahun, KAPT telah melakukan berbagai kegiatan antara lain Rumah Bersama Pelayan Rakyat, sebagai tempat berkumpul dan berkreativitas berbagai kalangan, khusunya generasi muda. KAPT pun turut dalam perjuangan melawan berita palsu dan fitnah (HOAX) dengan membentuk situs Fakta.news.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Motor Listrik MBG Pesanan BGN Rp56 Juta, di Marketplace Cuma Rp10 Juta?
-
Rusia Raup 'Durian Runtuh' Rp 325 Triliun dari Perang Iran Vs AS-Israel
-
IHSG Gaspol Terus, Melonjak ke Level 7.700 Pagi Ini
-
Emas Antam Lompat Tinggi Jadi Rp 2.893.000/Gram, Cek Daftar Harganya
-
Perkuat Ekosistem Digital, BRI Life Insurance Andalkan Modi
-
Perlindungan Investor RI Masih Lemah, SIPF Minta Suntikan APBN
-
Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini
-
Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Ikutan Meroket di Pegadaian
-
Fakta-fakta Buyback ASLC, Harga Sahamnya Masih Tertahan di Level Rp70
-
BEI Cabut Suspensi Saham MSIN dan ASPR, Cek Jadwal Perdagangannya!