Suara.com - Pelaku usaha pariwisata di Indonesia rencananya akan menerima bantuan insentif senilai Rp1,8 juta dari pemerintah. Bantuan ini disalurkan akhir November guna Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) bisa terealisasi lebih cepat.
Disampaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, Presiden melalui sidang kabinet paripurna memerintahkan seluruh kementerian dan lembaga fokus dalam realisasi APBN, khususnya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga menyampaikan, Presiden Jokowi sudah menegaskan komitmen pemerintah mendorong program-program prioritas dengan percepatan realisasi anggaran.
“Tadi telah disampaikan dan diputuskan di dalam Komite Pemulihan Ekonomi Nasional [PEN] di bawah Pak Menko Perekonomian, ada anggaran untuk pariwisata, yaitu bantuan kepada para pelaku di bidang pariwisata, dengan bantuan produktif atau bantuan tunai senilai Rp600.000 untuk tiga kali pembayaran,” ujar Sri Mulyani seusai sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/11/2021).
Ia melanjutkan, target penerima bantuan Rp1,8 juta per orang tersebut diatur oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
“Mengenai targetnya, siapa yang akan mendapatkan, kriterianya, dan lokasi dari penerima akan ditetapkan oleh Menteri Parekraf, sehingga diharapkan dapat dieksekusi pada akhir bulan ini atau awal bulan depan,” kata Sri Mulyani dikutip dari Antara.
Mantan pejabat Bank Dunia itu juga menyebut, pemerintah berharap intensif ini bisa membantu pemulihan sektor pariwisata, yang mengalami pukulan sangat dalam akibat pandemi Covid-19.
Berita Terkait
-
TERBARU Download Sertifikat Vaksin Via Whatsapp PeduliLindungi, Begini Caranya
-
Brand Sepatu Indonesia Men's Republic Resmi Tutup Operasional
-
TERBARU Daftar Cuti Bersama Libur Natal dan Tahun Baru 2022
-
Penanganan Covid-19 di Medan Dapat Pujian dari Dubes AS
-
Prancis Hadapi Gelombang Kelima Covid-19, Bikin SIstem Kesehatan Kesulitan
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027
-
RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika
-
Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran
-
Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI
-
Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan
-
BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji
-
Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal
-
Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material
-
Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja