Suara.com - Total komitmen pasti tiga tahun pertama dari kontrak kerja sama transaksi gas dari Blok South CPP dan Blok Liman sebesar 20,3 juta dolar AS dan bonus tanda tangan 700 ribu dolar AS.
"Total komitmen pasti tiga tahun pertama kedua wilayah kerja ini sebesar 20,3 juta dolar AS dan bonus tanda tangan 700 ribu dolar AS," kata Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Mustafid Gunawan dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Kamis (2/12/2021).
Perwakilan PT Energi Mega Persada sebagai pemenang lelang untuk Blok South CPP dan Husky Energy International Corporation sebagai pemenang lelang Blok Liman hadir menndatangani perjanjian ini
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh p dalam rangkaian acara The 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG) di Bali, 1 Desember 2021.
Mustafid mengungkapkan bahwa kontrak ini akan berlaku efektif setelah ditandatangani Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dan disetujui Menteri ESDM Arifin Tasrif.
Total nilai komitmen pasti tiga tahun pertama untuk Blok South CPP sebesar 13,6 juta dolar AS dan bonus tanda tangan 500 ribu dolar AS.
Komitmen pasti tiga tahun pertama terdiri dari studi geologi dan geofisika, seismik dua dimensi 50 kilometer, dan satu sumur eksplorasi.
Sedangkan total komitmen pasti dari Blok Liman tercatat sebesar 6,7 juta dolar AS dan tanda tangan 200 ribu dolar AS. Komitmen pasti tiga tahun pertama adalah studi geologi dan geofisika, serta seismik dua dimensi 400 kilometer.
Kedua wilayah kerja ini merupakan pemenang lelang penawaran langsung blok minyak dan gas tahap I tahun 2021 yang diumumkan pada Konvensi dan Pameran IPA ke-45 di Jakarta, September lalu.
Baca Juga: Zero Emission 2060, Mungkinkah Industri Hulu Migas Ditinggalkan?
General Manager Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) Kang An mengatakan pihaknya akan bekerja keras dalam menjalankan kontrak rekayasa, pengadaan, dan konstruksi di Blok Liman. Pengiriman gas perdana akan dilakukan pada Oktober tahun depan.
"Setelah proyek ini selesai kami berharap perusahaan dapat menjadi produsen gas terbesar di Jawa Timur, sehingga kami bisa berkontribusi lebih banyak dalam menyuplai gas di wilayah tersebut," pungkasnya.
Berita Terkait
-
PGN Sepakati Sembilan Perjanjian Jual Beli Gas Bumi, Ini Rinciannya
-
Buat Ketahanan Pasokan, Subholding Pertamina Sepakati Perjanjian Jual-Beli Gas
-
SKK Migas: Transisi Energi Butuh Roadmap yang Jelas
-
Tren Energi Terbarukan, Pemerintah Tegaskan Tetap Berdayakan Industri Migas
-
Zero Emission 2060, Mungkinkah Industri Hulu Migas Ditinggalkan?
Terpopuler
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Lobi Investor Asing, Bos Danantara Pede IHSG Rebound Besok
-
Danantara Punya Kepentingan Jaga Pasar Saham, Rosan: 30% 'Market Cap' dari BUMN
-
Profil PT Vopak Indonesia, Perusahaan Penyebab Asap Diduga Gas Kimia di Cilegon
-
Bos Danantara Rosan Bocorkan Pembahasan RI dengan MSCI
-
IHSG Berpotensi Rebound, Ini Saham yang Bisa Dicermati Investor Pekan Depan
-
Pengamat: Menhan Offside Bicara Perombakan Direksi Himbara
-
AEI Ingatkan Reformasi Pasar Modal RI Jangan Bebani Emiten
-
Bongkar Muat Kapal Molor hingga 6 Hari, Biaya Logistik Kian Mahal
-
Strategi Pemerintah-OJK Berantas Praktik Saham Gorengan
-
Geger Platform Emas Digital Gagal Bayar Nasabah Gegara Aksi Tarik Dana Massal