Suara.com - Literasi menjadi kunci dalam berinvestasi. Sayangnya, tren berinvestasi yang belakangan marak dilakukan anak muda, tak diiringi oleh pengetahuan yang cukup. Tak heran, banyak kabar soal kerugian investasi mengemuka.
Alih-alih menggejot iklim investasi nasional makin baik, dikhawatirkan maraknya kerugian yang timbul, justru menjadi bumerang dan menimbulkan stimga negatif buat dunia investasi.
Menyikapi kondisi ini, sebagai anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pun menyatakan kesediaannya untuk mengambil peran aktif dalam mengedukasi investor pemula yang didominasi anak muda.
Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam diskusi bertajuk "Kala Gairah Investasi Tak Dibandingi Literasi" yang digelar Klub Jurnalis Ekonomi Jakarta (KJEJ).
“LPS siap mengedukasi langsung investor-investor pemula. Kami punya tools untuk mengajar mereka membaca analisis teknikal di pasar saham sampai crypto. Tren berinvestasi ini harus dimanfaatkan dengan baik, jangan sampai mereka tersesat dan kapok karena harus mengalami kerugian akibat kurang pengetahuan,” kata Purbaya ditulis Jumat (3/12/2021).
Menurutnya, edukasi dari sejumlah pihak yang berwenang memang sudah dilakukan. Tapi hal tersebut diakuinya belum optimal dalam mendongkrak literasi dan menekan kerugian yang tak perlu akibat salah berinvestasi.
Berdasarkan Indeks Inklusi Keuangan dan Indeks Literasi Keuangan Indonesia, pada 2019, tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 76,19%, sedangkan tingkat literasi di tahun yang sama baru mencapai 38,03%.
“Artinya peningkatan akses terhadap produk keuangan cenderung dari masyarakat belum diikuti sepenuhnya oleh pemahaman terhadap risiko-risikonya,” tuturnya.
Purbaya menilai, peningkatan literasi pasar modal penting dilakukan karena jumlah investor pasar modal telah meningkat signifikan di masa pandemi. Ia menyebut, jumlah investor pasar modal pada 2018 baru mencapai 1,6 juta investor. Sedangkan pada Oktober 2021, jumlahnya meningkat drastis menjadi sebanyak 6,75 juta investor.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Kapolda Tak Bisa Kawal Investasi Daerah Akan Diganti
Investor jenis produk reksadana dan investor saham jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah investor surat berharga negara (SBN). Dari sisi demografi, investor pasar modal di Indonesia didominasi kelompok umur di bawah 30 tahun dengan persentase mencapai 59,50% dan besaran aset mencapai Rp40,56 triliun.
Disusul investor berusia 31-40 tahun dengan proporsi 21,51% dan kepemilikan aset sebesar Rp90,3 triliun. Adapun dari sisi jenjang pendidikan, mayoritas berlatar belakang sekolah menengah atas (SMA). Persentasenya mencapai 56,75% dengan total aset sebesar Rp169,44 triliun.
Sedangkan berdasarkan pekerjaan, investor didominasi oleh pegawai (swasta dan ASN) serta pelajar. Proporsinya masing-masing 33,48% dengan aset sebesar Rp283,3 triliun untuk pegawai dan 27,59% dengan aset sebesar Rp16,14 triliun untuk pelajar.
“Melihat data ini, jelas banyak terjadi peningkatan di investor muda atau investor pemula. Ini yang harus jadi target edukasi. Karena ini momentum, tak pernah selama ini terjadi peningkatan drastis di katagori investor muda seperti pelajar dan mahasiswa. Ini harus dijaga,” tegas Purbaya.
Ia mengatakan, ada berbagai program yang sedang disiapkan untuk dijalankan pada tahun depan, mulai dari menggelar webinar hingga forum khusus atau hybrid. Menurut Purbaya, pihaknya juga terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam melakukan edukasi mengenai literasi keuangan, termasuk dengan komunitas wartawan seperti Klub Jurnalis Ekonomi Jakarta atau pihak kampus dan sebagainya.
Kiat Berinvestasi
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional