Suara.com - PT PP (Persero) Tbk mencatatkan progres pembangunan proyek Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dan Rumah Susun Pekerja Industri Batang I akan lebih cepat. Hal ini terungkap dari kunjungan kerja dewan komisaris dan direksi perseroan ke proyek tersebut.
Dalam kunjungan kerja tersebut turut dihadiri oleh jajaran Dewan Komisaris PTPP, seperti Andi Gani Nena Wea selaku Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, Nur Rochmad selaku Komisaris Independen, Loso Judiajanto selaku Komisaris, dan Ayodhia GL Kalake selaku Komisaris.
Sementara dari jajaran direksi didampingi oleh Agus Purbianto selaku Direktur Keuangan & Manajemen Risiko, Yul Ari Pramuraharjo selaku Direktur Operasi Bidang Infrastruktur, Sinur Linda Gustina selaku Direktur HCM & Strategi Korporasi, Eddy Herman Harun selaku Direktur Operasi Bidang EPC, dan Andek Prabowo selaku SVP Divisi Operasi Gedung.
"Kami sangat mengapresiasi bahwa proyek pengembangan KIT Batang yang dikelola oleh PT KITB ini memiliki progress yang berjalan dengan baik terutama di masa pandemi Covid-19 ini. Kami mengharapkan proyek strategis tersebut dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana,” ujar Andi Gani Nena dalam keterangan persnya, Minggu (19/12/2021).
Proyek pengembangan KIT Batang atau Grand Batang City dikelola oleh PT Kawasan Industri Terpadu Batang (“PT KITB”) yang tergabung dalam konsorsium antara PTPP bersama dengan perusahaan BUMN dan Lembaga Pemerintahan.
Proyek pembangunan KIT Batang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang digagas oleh pemerintah yang bertujuan mendorong penguatan sektor industri di Indonesia.
KIT Batang atau Grand Batang City terletak di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah yang memiliki total luas lahan untuk dikembangkan seluas 4.300 hektar.
Pembangunan KIT Batang dibagi menjadi 3 kluster, yaitu Kluster I seluas 3.100 hektare, Kluster II seluas 800 hektare, dan Kluster III seluas 400 hektare.
KIT Batang merupakan salah satu kawasan pilihan yang ditawarkan dapat menjadi sentra industri baru di mana dengan dibukanya kawasan tersebut diharapkan dapat mendatangkan para investor asing untuk berinvetasi di Indonesia.
Baca Juga: KemenPUPR Kebut Proyek Kawasan Industri Batang, Bendungan Hingga TPST Disiapkan
"Sampai dengan saat ini, telah terdapat beberapa tenant baik asing maupun domestic yang menjadi prospek untuk menempati kawasan tersebut," katanya.
Mengenai proyek pembangunan Rumah Susun Pekerja Industri Batang I yang dimiliki oleh Kementerian PUPR, perseroan berperan sebagai kontraktor utama dengan masa pembangunan selama 300 hari kalender.
Proyek Rumah Susun Pekerja Industri Batang I memiliki nilai kontrak sebesar Rp 125 miliar dengan target penyelesaian pembangunan di Kuartal II tahun 2022. Bangunan tersebut terdiri dari 4 tower, di mana dalam setiap tower dapat dihuni oleh 252 orang.
Adapun lingkup pekerjaan proyek tersebut, antara lain pekerjaan struktur, pekerjaan arsitektur, pekerjaan mekanikal elektrik plumbing, pekerjaan lingkungan, dan pekerjaan fasilitas umum.
Sampai dengan minggu kedua Desember 2021, progres pembangunan hunian tersebut telah mencapai 55,71%, di mana lebih cepat 19,25% dari yang ditargetkan.
Berita Terkait
-
KemenPUPR Kebut Proyek Kawasan Industri Batang, Bendungan Hingga TPST Disiapkan
-
Dukung Percepatan, Semen Gresik Pasok Kebutuhan Proyek Strategis KIT Batang
-
Pabrik Kaca Terbesar di Asia Tenggara Siap Dibangun di KIT Batang
-
Jokowi: 450 Hektare Kawasan Industri Batang Buat Investasi Bidang Teknologi
-
Pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang Hampir Rampung
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
Tarif Listrik Tak Naik Hingga Juni 2026
-
Timur Tengah Bergejolak, Petrokimia Gresik Bicara Nasib Soal Pasokan Sulfur
-
Laba Bersih PTBA Terkoreksi 42,74 Persen di Tengah Pembengkakan Beban Operasional
-
Sektor Swasta Ini Diharamkan untuk Ikut WFH oleh Pemerintah
-
Sah! Ini SE Aturan Swasta Terapkan WFH Bagi Karyawannya
-
Manfaatkan CNG, PGN Perkuat Ketahanan Energi Nasional di Arus Mudik
-
IHSG Melonjak 1,45% di Sesi 1, 502 Saham Meroket
-
Telkom AI Center Makassar Jadi Motor Baru Inovasi Digital di Indonesia Timur
-
Ekonomi Pulih Lebih Lamban Meskipun Blokade Selat Hormuz Dibuka
-
Cetak Kinerja Solid, EBITDA PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) Naik 156% Sepanjang 2025