Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan hingga November 2021 anggaran yang dihabiskan negara untuk membayar klaim perawatan pasien Covid-19 sudah mencapai Rp49,6 triliun untuk 768,9 ribu pasien.
Dia mengatakan pemerintah mengeluarkan dana yang besar untuk membiayai penanganan pasien Covid-19 akibat merebaknya varian Delta pada Juli lalu.
"Pada saat kita mengalami lonjakan kasus varian delta itu ongkosnya terhadap APBN 2021 luar biasa besar, hampir Rp50 triliun atau Rp49,6 triliun," kata Sri Mulyani dalam konfrensi pers APBN Kita secara virtual, Selasa (21/12/2021).
Sri Mulyani menerangkan, secara keseluruhan, dana kesehatan yang dianggarkan dalam APBN 2021 masih mendominasi.
Selain membiayai penanganan Covid-91, anggaran kesehatan dialokasikan untuk jaminan kesehatan nasional (JKN).
Hingga November akhir, realiasi anggaran kesehatan tercatat mencapai Rp220,4 triliun. selain klaim perawatan, anggaran kesehatan telah mendanai pengadaan vaksin Covid-19 senilai Rp26 triliun; insentif tenaga kesehatan pusat Rp 8,9 triliun; dan insentif tenaga kesehatan daerah Rp 6,1 triliun.
"Untuk pengadaan vaksin anggaran yang sudah dikeluarkan sebesar Rp26 triliun untuk 284,1 juta rakyat kita," kata Sri Mulyani.
Tak hanya itu untuk PBI JKN bagi 96,5 juta jiwa jika masih diberikan dengan nilai mencapai Rp38,4 triliun, untuk BOK dan BOKB mencapai Rp9,5 triliun dan bantuan iuran JKN bagi peserta PBPU/BP kelas III untuk 34,7 juta jiwa sebesar Rp1,4 triliun.
Baca Juga: Tapering The Fed Bikin Merinding, Tapi Sri Mulyani Bilang Indonesia Masih Aman
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI
-
Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan
-
Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%
-
Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan
-
UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
-
Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026
-
BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026
-
ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis
-
OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri
-
Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh