Terjadinya globalisasi pada memberikan dampak secara langsung bagi negara berupa semakin beragamnya budaya yang masuk pada negara tersebut, artinya negara tersebut lebih terbuka dengan budaya-budaya baru yang masuk.
· Cangkupan Pasar yang Semakin Luas
Dampak positif yang kedua adalah semakin berkembang pesatnya kegiatan ekonomi yang terjadi, artinya setiap negara memiliki kesempatan untuk dapat mengikuti persaingan dagang secara global.
· Kemajuan Masyarakat
Semakin terbukanya ruang sosial tentunya semakin membuat msyarakat semakin dinamis, mereka semakin dapat mengikuti perkembangan budaya-budaya yang ada di seluruh dunia.
Negatif
· Terkikisnya Budaya Lokal
Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa terjadinya globalisasi membuat kita harus lebih bisa bijak lagi dalam melakukan filterisasi, dalam kasus budaya contohnya. Apabila kita tidak dapat memfilternya maka yang akan terjadi adalah terkisinya budaya lokal yang ada.
· Kerusakan Lingkungan
Baca Juga: Kalah dari Malaysia, Indonesia Masuk Kategori Negara Kecakapan Bahasa Inggris Rendah Loh!
Dampak negatif yang kedua adalah terjadinya kerusakan lingkungan, tanpa kita sadari globalisasi yang kita rasakan saat ini memberikan kita kehidupan yang begitu modern. Namun disamping itu hal itu justru merusak keadaan lingkungan sekitar.
· Terkikisnya Nilai-Nilai Sosial
Masuknya budaya Barat dan semakin sibuknya setiap orang mengejar kemakmuran menyebabkan nilai-nilai sosial semakin memudar. Hasilnya adalah asyarakat semakin mementingkan diri sendiri, hal tersebut membuat nilai-nilai sosia yang ada pada sebuah negara mulai terkikis.
Demikian adalah ulasan tentang pengertian globalisasi lengkap dengan ciri dan dampaknya, semoga dengan adanya ulasan ini dapat memberikan wawasan pengatahuan umum baru untuk anda.
Kontributor : Dhea Alif Fatikha
Tag
Berita Terkait
-
Pencak Silat, Seni Bela Diri Tradisional yang Wajib Dilestarikan
-
Tari Topeng Endel: Seni Tari Tradisional Khas Tegal yang Kurang Mendapat Perhatian
-
Dampak Positif dan Negatif Globalisasi bagi Budaya Lokal
-
6 Manfaat Rehat Sejanak dari Media Sosial, Membuat Hati Menjadi Tenang!
-
Kalah dari Malaysia, Indonesia Masuk Kategori Negara Kecakapan Bahasa Inggris Rendah Loh!
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM
-
Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya
-
Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad
-
Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan
-
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!