Konser bertajuk “Love On Tour” ini jadi konser kedua penyanyi asal Inggris Harry Styles yang digelar untuk mempromosikan album studio keduanya yang bertajuk “Fine Line” (2019).
Semula tur ini direncanakan berjalan pada 2020, namun ditunda karena adanya pembatasan sosial pandemi COVID-19 yang saat itu baru muncul pada Maret.
Tur akhirnya dimulai kembali pada 4 September di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, dan berakhir pada 28 November di Arena UBS, New York.
“Love On Tour” meraup total pendapatan kotor 94,7 juta dolar AS dan menjual 719.060 tiket dalam 42 kali pertunjukan di AS saja.
4. Tur konser Enrique Iglesias & Ricky Martin (September – November)
Penyanyi asal Spanyol Enrique Iglesias dan artis Puerto Rico Ricky Martin mengadakan konser bersama pertama mereka yang dimulai pada September.
Tur dimulai di MGM Grand Garden Arena, Nevada, pada 25 September 2021 dan berakhir di Staples Center, Los Angeles, pada 20 November 2021.
Tur duet superstar musik Latin ini telah meraup pendapatan sekitar 19,2 juta dolar AS dengan total penonton yang hadir sebanyak lebih dari 177.000 dari 15 kali pertunjukan yang dilaporkan pada 2021.
Iglesias merupakan salah satu penyanyi asal Spanyol yang terlaris dekade ini dan berhasil menembus pasar musik berbahasa Inggris arus utama.
Baca Juga: Berjaga-jaga Hadapi Lonjakan Kasus Covid Pasca Nataru, Sleman Siagakan Isoter Terpadu
Di bawah label rekaman Sony Music Latin ia merilis lagu berbahasa Spanyol dan RCA Records dalam bahasa Inggris. Debut albumnya dimulai pada 1995 dengan judul sama seperti namanya, “Enrique Iglesias”.
Di ajang penghargaan MTV India Awards, Iglesias bahkan dinobatkan sebagai “King of Latin Pop” dan telah memenangkan sejumlah penghargaan, termasuk American Music Awards, Grammy, dan Latin Grammy Awards.
Martin juga dijuluki sebagai “King of Latin Pop” atau kadang-kadang disebut “Latin Pop God” dan “Latin Music King”. Ia juga merupakan salah satu penyanyi Latin terlaris sepanjang masa. Martin memulai debut album berjudul sama seperti namanya pada 1991.
5. Tur “The Last Domino?” – Genesis (September – masih berlanjut pada 2022)
Tur konser “The Last Domino?” pada awalnya dijadwalkan sekitar November atau Desember 2020, namun ditunda akibat pandemi. Tur ini direncanakan terdiri dari 47 pertunjukan di seluruh Eropa dan Amerika Utara, yang telah dimulai pada 20 September di Utilita Arena Birmingham, Inggris, dan akan berlanjut hingga 2022.
Meski telah mulai berjalan sebagian pada tahun ini, namun rangkaian tur “The Last Domino?” tak semulus seperti yang direncakan karena beberapa kali mengalami pembatalan pertunjukan, termasuk pada 15 September di Irlandia karena pembatasan di tengah pandemi yang masih berlangsung dan pada 8 Oktober di Skotlandia karena seorang personel positif COVID-19.
Berita Terkait
-
Sama Seperti Tahun Lalu, Jokowi Akan Habiskan Malam Pergantian Tahun di Istana Bogor
-
Penularan Covid di Sydney Tembus 20 Ribu, Pesta Kembang Api Tetap Digelar
-
J-Hope BTS Donasikan 100 Juta Won untuk Anak-anak Kurang Mampu
-
Cegah Omicron di Indonesia, Banggar DPR Tegaskan Terapkan Prokes Ketat
-
Berjaga-jaga Hadapi Lonjakan Kasus Covid Pasca Nataru, Sleman Siagakan Isoter Terpadu
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah
-
Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah
-
Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan
-
Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya
-
Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele
-
Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029
-
Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK
-
Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei
-
OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun
-
Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026