Suara.com - PT Food Station Tjipinang Jaya mengirimkan 21,5 ton produk beras FS-Borneofood ke Kalimantan. Acara pengiriman perdana tersebut dilepas oleh Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo, di Gudang SRG yang merupakan fasilitas produksi dan pegudangan milik PT Food Station Tjipinang Jaya.
Turut hadir dalam acara Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Suharini Eliawati, Direktur Keuangan dan Umum Budi Santoso, Direktur Operasional dan Bisnia Andre Maulana. Hadir pula komisaris Mayjen (Purn) Abdul Rahman Kadir serta Nurfitriana Farhana dan Director PT. Simar Pangan Borneo Wahyu Taqwa Dhie dan jajarannya.
“Di acara pengiriman produk beras FS Borneo ini kami akan mengirimkan sejumlah 21,5 ton dengan rincian ukuran 2,5 Kg sebanyak 12,5 ton dan sisanya ukuran 5 kg sebanyak 9 ton” ujar Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo dalam keterangan resminya, Senin (24/2/2022).
Pamrihadi mengatakan acara pengriman perdana ini adalah bukti komitmen serius dari perwujudan kerjasama antara PT Food Station Tjipinang Jaya dengan PT Simar Pangan Borneo yang mengusung brand FS Borneofood.
“Pengiriman perdana ini adalah langkah awal yang akan dilanjutkan dengan pengiriman yang selanjutnya, karena itu kami berharap agar produk FS Borneofood dapat sukses diserap di pasar yang ada di Kalimantan” ungkap Pamrihadi.
Menurutnya, kedepan ia berharap tidak hanya produk beras yang bisa dikirim oleh Food Station, tetapi juga produk bahan pangan lain seperti terigu, gula, minyak goreng dan berbagai produk pangan lain yang selama ini sudah menjadi portofolio dari Food Station.
“Kami sangat bangga dapat bekerjasama dengan Simar Pangan, yang berorientasi pada pengembangan produk dan market bermerek FS-Borneofood. Melalui kerjasama ini, kami berupaya menghadirkan produk pangan berkualitas dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Bumi Kalimantan (khususnya pada Kota Balikpapan)” ujar Pamrihadi.
Pamrihadi menambahkan, begitu pentingnya pasar Kalimantan bagi FS untuk saat ini dan kedepannya nanti, kami akan membuka peluang pasar seluruh produk unggulan FS untuk masuk kancah pemenuhan pasar di seluruh Kalimantan (khususnya Kalimantan Timur).
Selain itu, FS dan SPB juga berkepentingan sekali untuk mengembangkan pasar Kalimantan karena disanalah akan berdiri Ibukota Baru Negara RI yaitu di Kabupaten Penajam Paser Utara, yang akan memiliki kebutuhan yang besar terhadap bahan pokok. Dimana SPB pun telah membangun Rice Milling Unit di kabupaten tersebut yang nantinya akan disupervisi dan dikelola oleh FS.
Baca Juga: Sumsel Gandeng PT Buyung Poetra Sembada Beli Beras Petani, Dukung Food Estate
“Peluang dan kesempatan ini tidak akan kami sia-siakan untuk berkolaborasi mengembangkan pasar Bahan Pokok di Kalimantan (khususnya Kalimantan Timur), dengan menggunakan merek FS Broneo Food” jelasnya.
Sekedar informasi Produk FS Borneofood adalah kolaborasi PT Food Station Tjipinang Jaya dengan PT Simar Pangan. Kedua belah pihak telah menggelar acara Soft Launching FS-Borneofood melalui penandatanganan produk FS-Borneofood antara Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo dengan Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud pada Senin (20/12) di Balikpapan.
Managing Director PT. Simar Pangan Borneo Wahyu Taqwa Dhie berharap kehadiran produk FS-Borneofood ikut menyemarakkan keberadaan Ibukota RI yang baru di Kabupaten Penajam Paser Utara–Kalimantan Timur nantinya. Kerena itu, PT Simar Pangan langsung bergerak cepat merapatkan barisan dalam menyambut lahirnya FS-Borneofood.
“Kami menyiapkan sentuhan digital pun sedang dipersiapkan oleh Group Simar Pangan dengan nama borneofood.store, sebagai sistem aplikasi daring/online dalam mendukung operasional logistik, penjualan dan distribusi seluruh produk FS-Borneofood ke seluruh lapisan masyarakat Bumi Kalimantan (khususnya pada Kota Balikpapan) nantinya” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam
-
Nasib THR Ojol Akan Ditentukan Selasa Pekan Depan
-
MKBD Tembus Rp 1 Triliun, KISI Perkuat Fundamental di Tengah Persaingan Sekuritas
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?
-
Setoran Pajak Kripto Tembus Rp1,93 Triliun, PMK Baru Jadi Angin Segar Exchange Lokal
-
Kemenperin Bantah Industri Tahan Produksi Usai Kesepakatan Tarif RI-AS