Suara.com - Mola TV selaku penyedia layanan Liga Inggris di Indonesia resmi mengumumkan tidak memperpanjang hak siar Premiere League pada musim depan.
Dengan mundurnya Mola TV, hingga kini belum diketahui siapa pihak yang mungkin melanjutkan layanan siaran Liga Inggris musim depan.
Namun demikian, sejumlah warganet menilai, Disney+ Hotstar digadang-gadang bakal menjadi penyedia layanan streaming Liga Inggris.
"BREAKING : Mola TV mengonfirmasi jika mereka tidak lagi memegang hak siar Premier League mulai musim depan, per 8 Februari juga tidak bisa akses gratis lagi. Denger-denger yang pegang EPL musim depan D+..," tulis akun ExtraTimeIndonesia.
"Kabarnya adalah Disney+ Hotstar akan memegang hak siar Premier League musim berikutnya. Dan kemungkinan juga memegang hak siar UEFA Champions League. Nah ini mantep nih, satu layanan dua hak siar ga misah-misah lagi," tulis akun ThreRedsIndonesia.
Namun demikian, belum ada keterangan resmi dari Disney Hotstar terkait hal ini.
Dikabarkan sebelumnya melalui akun media sosial Mola TV, mereka tidak lagi memperpanjang penayangan Liga Inggris di musim depan.
"Bagi pelanggan yang membeli paket jangka panjang Premier League (Liga Inggris), kami menginformasikan bahwa kami tidak memperpanjang penayangan Liga Inggris di musim depan," tulis Mola TV.
Sebelum menyampaikan hal itu, Mola TV juga memastikan pihaknya tetap kembali menayangkan layanan streaming Liga Inggris kembali pada 8 Februari 2022 yang juga menandai berakhirnya layanan streaming gratis yang sudah berlangsung sejak 7 November 2021.
Baca Juga: Frank Lampard Segera Dapat Kerjaan, Kini Ditawari Latih Everton
Bagi pelanggan yang sudah membeli paket langganan, tetap bisa menikmati layanan streaming dengan ketentuan berikut:
Jika pelanggan masih memiliki sisa 5 bulan saat layanan mengalami perbaikan sistem (2 November 2021) maka saat paket langganan kembali diaktifkan, masa berakhir paket diperpanjang jadi Juli 2022.
Berkaitan dengan Mola TV yang tidak memperpanjang siaran Liga Inggris, pelanggan yang masih memiliki paket aktif setelah bulan Mei 2022 bisa memilih refund.
"Bagi pelanggan yang membeli paket jangka panjang Premier League (Liga Inggris), kami menginformasikan bahwa kami tidak memperpanjang penayangan Liga Inggris di musim depan," tulis Mola TV.
"Bagi Anda yang masih memiliki "paket aktif setelah bulan Mei 2022, kami menyediakan kesempatan untuk mengajukan pengembalian biaya langganan (refund) biaya paket langganan yang tersisa, yang akan dihitung secara pro-rata," tutup keterangan terkait.
Berita Terkait
-
Mola TV Resmi Tidak Tayangkan Liga Inggris Musim Depan, Pelanggan Dipersilakan Refund
-
Satu Sponsor Resmi Manchester City Terindikasi Perusahaan Bodong, Tak Punya Kantor dan Karyawan
-
Momen Thomas Tuchel Mengolok-olok Mateo Kovacic yang Telat dalam Sesi Latihan Chelsea
-
Viral Video Striker Brentford dengan Wanita saat Liburan di Dubai, Pihak Klub Lakukan Penyelidikan
-
Frank Lampard Segera Dapat Kerjaan, Kini Ditawari Latih Everton
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026