Suara.com - Rencana akusisi PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terhadap PT Bank Mayora kini semakin dekat terealisasi usai masuk dalam salah satu pembahasan dalam RUPST Bank BNI pada Selasa (15/3/2022) nanti.
Melalui RUPST tersebut, BNI meminta restu pemegang saham untuk mengambil alih saham Bank Mayora sebagai bagian dari rencana BNI dalam memperkuat transaksi digital melalui pembentukan bank digital.
Tidak hanya akusisi saja, BNI juga mengharapkan izin pemegang saham atas laporan keuangan tahunan untuk tahun buku 2021 serta persetujuan penggunaan laba bersih BNI tahun buku 2021. Penetapan remunerasi tahun buku 2022 serta tantiem tahun buku 2021 bagi direksi dan komisaris BNI juga menjadi bagian dari mata acara RUPST.
"Dalam rapat, direksi berencana menyampaikan usulan penggunaan laba bersih BNI tahun buku 2021 untuk dividen dan saldo laba ditahan," ungkap manajemen, dikutip dari Warta Ekonomi.
Beberapa agenda RUPST lainnya yang akan dibahas ialah penunjukkan akuntan publik untuk mengakuit laporan keuangan tahun 2022; serta persetujuan atas pengalihan saham hasil buyback tahun 2021 yang disimpan sebagai saham treasuri.
Berita Terkait
-
BNI Siapkan Layanan Beyond Banking untuk 8 Juta Diaspora Indonesia
-
Bangkitkan UMKM, Ini Sejumlah Bentuk Dukungan BNI
-
Grosir Online Asia Tenggara Berkembang Pesat, Grab Akusisi Supermarket Terkenal Asal Malaysia
-
Gelontorkan Dana Rp53 Triliun, UOB Group Resmi Akusisi Bisnis Citigroup
-
Google Habiskan Rp7,18 Triliun Demi Akusisi Startup Keamanan Siber Asal Israel
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026