Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terimbas efek negatif setelah Rusia mengumumkan invasi ke Ukraina. Terpantau, IHSG betah di jalur merah sepanjang perdagangan hari ini, Kamis (24/2/2022).
Lantas, apakah sektor Ekonomi Indonesia yang lainnya turut terganggu, terutama soal hubungan ekonomi Indonesia dengan dua negara tersebut?
Senior Economist PT Samuel Sekuritas Indonesia Fikri C Permana mengatakan, saat ini hubungan ekonomi langsung Indonesia dengan Rusia dan Ukraina relatif kecil.
"Hal ini terlihat dari hubungan dagang (ekspor-impor) maupun nilai investasi Indonesia dengan Rusia dan Ukraina di 2021 lebih kecil dari satu persen," kata Fikri kepada media di Jakarta, Kamis (24/2/2022).
Faktor lainnya, soal aliran modal asing atau capital inflow di Pasar Saham Indonesia yang justru terus melaju kencang, saat ini kata dia sebanyak Rp 15,42 triliun aliran modal asing sudah masuk ke Indonesia sejak 1 Februari hingga 23 Februari. Walau tensi Rusia-Ukraina meningkat.
Sementara dari sisi mata uang, rupiah terlihat stabil pada level Rp 14.200-14.400 per dolar AS, juga karena net buy investor asing yang masuk lewat capital inflow.
"Bahkan jika USD Index tidak naik, rupiah masih bisa terapresiasi lagi," katanya.
Sehingga, di tengah kondisi ini fundamental Ekonomi Indonesia terbilang cukup kuat dan baik, khususnya didorong pemulihan ekonomi yang diindikasikan dengan Indeks Kepercayaan Konsumen dan Penjualan Eceran di Januari yang mencapai level tertinggi sejak awal pandemi.
Selain itu, ia juga menilai efek perang Rusia-Ukraina terhadap pasar modal Indonesia akan bersifat temporer, dan lebih menyebabkan perilaku berhati-hati di pasar.
Baca Juga: Gara-gara Rusia Perang Lawan Ukraina, Rupiah Jadi Anjlok
"Bahkan di sisi lain kami melihat invasi Rusia-Ukraina akan berdampak pada peningkatan harga komoditas yang harusnya berdampak positif bagi ekspor dan sektor komoditas dalam negeri karena adanya supply shock di global," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Peran BUMN Tangani Bencana Diapresiasi
-
XRP Tertekan di Bawah 2 Dolar AS, Harga Bakal Makin Turun?
-
Catat Waktunya! Emas Antam Bisa Tembus Rp 3 Juta/Gram Pekan Ini
-
Kemenperin Akan Guyur Dana Rp 318 Miliar untuk Pulihkan IKM Terdampak Banjir Sumatera
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Kekeringan Landa Padang, Kementerian PU Respon Cepat Krisis Air di Padang
-
PPRO Dorong Transformasi Bisnis Lewat Pendekatan Berbasis Pengalaman Konsumen
-
Jadi Calon Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Akui Sentimen Pasar Negatif
-
Jadi Kandidat Deputi Gubernur BI, Dicky Kartikoyono Usung Penguatan Sistem Pembayaran
-
Bawa Oleh-oleh Investasi Rp90 Triliun, Prabowo Disebut Bikin Investor Asing Makin Percaya RI