Suara.com - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri), Perusahaan petrokimia terbesar dan terintegrasi di Indonesia meluncurkan produk Asrene® C6 Metallocene LLDPE untuk membuat film dengan keuletan dan kekuatan sealing yang lebih tinggiseperti kemasan printed multi-layer dan heavy duty.
Kemasan ini biasanya digunakan untuk aplikasi seperti standing pouch minyak goreng, stretch film (plastic wrap) dan kantong beras.
Penggunaan Metallocene dapat membuat kemasan menjadi tahan bocor, tahan sobek dan tahan banting.
Produk ini juga telah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta standar
halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sehingga terjamin keamanan dan kualitasnya.
Chandra Asri mengambil peran untuk memproduksi resin C6 Metallocene LLDPE atas respon terhadap
tingginya permintaan dan belum adanya produksi dalam negeri. Sebelumnya, seluruh permintaan akan
resin C6 Metallocene LLDPE hanya dapat dipenuhi oleh produk impor.
Dengan kapasitas produksi Asrene® C6 Metallocene saat ini, yaitu 50 kilo ton per tahun diharapkan dapat membantu meringankan beban impor.
"Dengan hadirnya Asrene® C6 Metallocene, kami menawarkan solusi untuk meningkatkan sifat kekuatan
pada kemasan. Selain itu, resin ini juga menjadi salah satu upaya Chandra Asri dalam diversifikasi produk
LLDPE yang diproduksi sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumen.” kata General Manager Polymer Technical Service and Product Development, Supriyanto ditulis Senin (28/2/2022).
Chandra Asri terus berupaya berkontribusi bagi upaya Pemerintah Indonesia dalam memenuhi
permintaan produk petrokimia dalam negeri sekaligus untuk mengurangi ketergantungan pada impor.
Salah satu upaya yang dilakukan Chandra Asri adalah dengan membangun kompleks kedua petrokimia
berskala global yang disebut dengan CAP2.
Kompleks terbaru berskala global ini nantinya akan terintegrasi sepenuhnya dengan pabrik Chandra Asri
yang telah ada di Cilegon dan akan terdiri dari Naptha Craker, Butadiene, High Density Polyethylene
(HDPE), Polypropylene (PP), Aromatic (Benzene, Toulene, dan Mixed Xylenes), serta Low Density
Polyethylene (LDPE) yang juga akan menjadi pabrik LDPE pertama di Indonesia.
Baca Juga: BRI Jalin Kerja Sama Senilai 325 Juta Dolar AS denganChandra Asri
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS
-
AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!
-
PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit
-
Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?
-
Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur
-
DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah
-
Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya
-
Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS
-
Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'
-
Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal