- Bank Saqu meluncurkan kampanye 'Awas Hantu Cyber' antisipasi peningkatan risiko penipuan menjelang Idulfitri.
- Kampanye edukatif ini menyasar peningkatan transaksi digital nasabah melalui konten ringan berbagai modus penipuan.
- Data menunjukkan kerugian penipuan digital di Indonesia mencapai triliunan rupiah, memicu perlunya literasi keamanan.
Suara.com - Menjelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas transaksi digital masyarakat biasanya mengalami peningkatan. Kondisi tersebut dinilai turut meningkatkan risiko kejahatan siber, terutama berbagai modus penipuan digital yang menyasar pengguna layanan keuangan.
Melihat kondisi tersebut, Bank Saqu meluncurkan kampanye edukatif bertajuk 'Awas Hantu Cyber' untuk mengingatkan nasabah agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital.
Bank Saqu menyebut momentum Ramadan dan Idulfitri sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk melancarkan aksi penipuan.
Modus yang digunakan pun beragam, mulai dari pesan palsu terkait paket kiriman, promo belanja, hingga pihak yang mengaku sebagai perwakilan institusi tertentu untuk meminta data pribadi maupun kode OTP.
Chief Digital & Retail Business Officer Bank Saqu, Angela Lew Dermawan mengatakan kampanye tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan literasi keamanan digital di tengah maraknya ancaman kejahatan siber.
"Di dunia digital saat ini, ancaman kejahatan siber sering datang tanpa disadari dan tidak selalu terlihat jelas, tetapi dampaknya bisa sangat nyata bagi masyarakat. Menjelang Idulfitri, ketika aktivitas transaksi digital masyarakat biasanya meningkat, kami ingin mengingatkan nasabah untuk tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan. Melalui ‘Awas Hantu Cyber’, Bank Saqu berharap masyarakat dapat lebih memahami cara melindungi diri dan menjaga keamanan data pribadi saat bertransaksi," ujarnya seperti dikutip, Minggu (15/3/2026).
Kampanye 'Awas Hantu Cyber' akan hadir dalam bentuk serial konten edukasi yang disebarkan melalui berbagai kanal digital Bank Saqu, termasuk media sosial dan platform digital lainnya. Melalui pendekatan storytelling yang ringan, masyarakat diajak mengenali berbagai karakter “hantu cyber” yang menggambarkan beragam modus penipuan digital.
Program ini juga dilatarbelakangi oleh data keamanan siber di Indonesia yang menunjukkan tingginya potensi ancaman digital. Data Badan Siber dan Sandi Negara mencatat Indonesia mengalami ratusan juta anomali trafik siber setiap tahunnya yang berpotensi mengarah pada berbagai serangan digital.
Sementara itu, laporan Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan kerugian masyarakat akibat penipuan digital, termasuk social engineering dan penyalahgunaan OTP, diperkirakan mencapai lebih dari Rp2,5 triliun pada 2024.
Baca Juga: Jelang THR Cair, Waspada! Penipuan Digital Mengintai Lewat Link Palsu
Selain itu, laporan industri juga mencatat bahwa sepanjang November 2024 hingga September 2025 terdapat lebih dari 274 ribu laporan penipuan finansial di Indonesia dengan estimasi kerugian publik mencapai lebih dari Rp6 triliun.
Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, Bank Saqu juga menyatakan terus memperkuat sistem keamanan serta meningkatkan perlindungan transaksi digital bagi nasabah.
"Bank Saqu ingin menjadi lebih dari sekadar penyedia layanan perbankan. Kami ingin hadir sebagai mitra finansial yang membantu nasabah merasa lebih aman dan percaya diri dalam menjalani aktivitas finansial di dunia digital," pungkas Angela.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak
-
Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur
-
Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG
-
BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo
-
Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel
-
Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi
-
Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M
-
Tembus Rp1,4 Triiun, Gaji ke-13 untuk TNI-Polri Telah Cair
-
Obral Pamer Danantara, Global Bond Laris Manis