- Pengamat Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia akan mengalami koreksi jangka pendek setelah konsolidasi harga sebelumnya.
- Level support USD 4.922 dan resistance USD 5.078 menjadi patokan penting bagi pelaku pasar emas dunia.
- Proyeksi satu minggu ke depan menunjukkan potensi kenaikan harga emas Logam Mulia mencapai Rp 3.100.000 per gram.
Suara.com - Harga emas dunia bakal turun selama sepekan. Pengamat pasar emas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan pergerakan harga emas bakal alami koreksi dalam jangka pendek.
Pasalnya, pada penutupan perdagangan Sabtu pagi, harga emas dunia tercatat berada di kisaran USD 5.021 per troy ounce. Sementara itu, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau yang dikenal sebagai emas Logam Mulia berada di level Rp 2.997.000 per gram.
Menurut Ibrahim, level tersebut menunjukkan pasar emas masih berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami fluktuasi dalam beberapa waktu terakhir.
"Pergerakan harga emas saat ini masih cukup stabil, namun tetap ada potensi koreksi teknikal sebelum kembali melanjutkan tren penguatan," ujar Ibrahim dalam analisisnya yang dikutip Minggu (15/3/2026).
Dalam analisis teknikalnya, Ibrahim menjelaskan terdapat dua level support yang perlu dicermati oleh pelaku pasar. Level support ini dinilai sebagai area penting yang dapat menjadi titik pantul harga apabila tekanan pasar mulai mereda.
"Jika koreksi berlanjut lebih dalam, level support kedua diperkirakan berada di kisaran USD 4.922 per troy ounce, dengan harga emas Logam Mulia berpotensi melemah hingga Rp 2.920.000 per gram," bebernya.
Di sisi lain, apabila harga emas dunia kembali menguat, Ibrahim memperkirakan level resistance pertama berada di USD 5.078. Pada kondisi tersebut, harga emas Logam Mulia diperkirakan bergerak menuju kisaran Rp 3.018.000 per gram.
Dalam proyeksi jangka pendek satu minggu ke depan, harga emas dunia berpotensi menembus USD 5.158. Jika skenario ini terjadi, harga emas Logam Mulia diperkirakan dapat mencapai Rp 3.100.000 per gram.
Untuk diketahui, Emas selama ini dikenal sebagai instrumen investasi safe haven, yaitu aset yang cenderung diminati ketika pasar keuangan global diliputi ketidakpastian. Faktor seperti inflasi global, kebijakan suku bunga bank sentral, serta tensi geopolitik sering kali memengaruhi pergerakan harga emas.
Baca Juga: Harga Emas Antam Sepekan: Terakumulasi Anjlok Hampir Rp100 Ribu
Ketika volatilitas pasar meningkat, investor biasanya meningkatkan kepemilikan emas untuk menjaga nilai aset mereka.
Dengan kondisi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, banyak analis memperkirakan minat terhadap emas masih akan tetap tinggi dalam waktu dekat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk
-
UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?
-
Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah
-
Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria
-
Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026
-
Wamenaker: Biaya Membunuh Industri Tembakau Sangat Murah, Tapi...
-
Haga Emas Antam Terus Turun, Hari Ini Dibanderol Rp 2.769.000/Gram
-
Tak Sekadar Bisnis, Emiten TAPG Mulai Jalankan Program Hunian Layak
-
IHSG Berbalik Arah, Dibuka Menguat Namun Langsung Merosot
-
OKX Gandeng BlackRock & StanChart, Sulap Surat Utang AS Jadi Jaminan Kripto