Suara.com - Sebagai presidensi Indonesia di dalam G20, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara resmi menggelar pertemuan pertama Kelompok kerja bidang Ketenagakerjaan (The 1st Employment Working Group/EWG) yang berlangsung pada 8-10 Maret 2022 secara virtual.
Forum G20 bidang ketenagakerjaan ini mengusung tema utama Improving the Employment Condition to Recover Together (Meningkatkan Kondisi Kerja untuk Pulih Bersama) dan dalam pelaksanaannya total akan ada empat isu prioritas yang dibahas.
Diantaranya adalah Inclusive Labour Market and Affirmative Decent Jobs for Persons with Disabilities (Pasar Tenaga Kerja Inklusif dan Pekerjaan yang Layak untuk Penyandang Disabilitas).
“Kita juga akan mengusung isu yang terkait dengan Sustainable job creation, yakni penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan. Karena memang seperti yang kita ketahui, saat ini kita menghadapi tantangan yang sangat berat terutama pada saat Pandemi atau mungkin post pandemi yaitu berupa penciptaan lapangan pekerjaan,” ucap Sektretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi kepada media di Jakarta, Selasa (8/3/2022).
Dengan mengangkat isu tersebut, Kemnaker ingin mendorong keterlibatan sektor UMKM sebagai bagian atau aktor penting dalam rangka menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.
Sementara itu, isu selanjutnya adalah tentang Human Capacity Development for Sustainable Growth of Productivity (pengembangan kapasitas SDM untuk pertumbuhan produktivitas yang berkelanjutan).
Anwar menjelaskan isu ini diangkat lebih untuk mendorong keterlibatan dari berbagai aktor untuk secara masif untuk memberikan kontribusi untuk melakukan peningkatan sumber daya manusia.
“Terutama dalam konteks Indonesia kita akan menawarkan satu pendekatan yang mana kita memberikan kesempatan kepada kelompok masyarakat untuk bisa membangun berbagai Balai Latihan Kerja (BLK) yang digunakan untuk masyarakat,” ucapnya.
Terakhir adalah isu yang terkait dengan bagaimana jaminan sosial ketenagakerjaan di dalam dunia kerja yang baru. “Kita harapkan dari Indonesia nanti ada banyak rekomendasi terutama yang kita dorong untuk menjadi rujukan yang akan digunakan oleh setiap negara,” ungkap Anwar.
Baca Juga: Dukung UMKM, Kemnaker Kembangkan Tenaga Kerja Mandiri di Sektor Informal
Menurutnya, dengan Indonesia menjadi tuan rumah G20 akan bisa menunjukkan bahwa Indonesia ini sejajar dengan negara lain di dalam G20. “Kita ingin menyampaikan bahwa saat ini kita telah melakukan pembenahan reformasi terkait dengan ketenagakerjaan dan saya yakin juga masalah ketenagakerjaan antara satu negara dengan negara lain meskipun ada perbedaan, banyak kesamaan. Kita belajar dari kesamaan itu untuk menghasilkan rumusan kebijakan yang nanti akan bisa dilaksanakan dan bisa memberikan perlindungan secara signifikan kepada para pekerja dan buruh,” papar Anwar.
Ia menambahkan bahwa nantinya pertemuan EWG akan berjalan secara berkelanjutan sebanyak empat kali. “Pertemuan berikutnya akan kami mulai bulan Mei di Yogyakarta, Insya Allah akan digelar secara offline. Kita mengundang seluruh perwakilan negara G20 untuk hadir secara langsung dan mendiskusikan lebih lanjut terkait dengan tema yang sudah di bahas,” pungkas Anwar.
Berita Terkait
-
Transformasi Digital yang Inklusif, Tema Besar yang Diangkat Indonesia dalam Presidensi G20
-
Side Event C20, Ajang Berbagi Pengalaman Atasi Pandemi
-
BRI akan Alokasikan 84 Persen Penyaluran Kredit untuk Kepentingan UMKM
-
Terapkan Prinsip ESG, Bond BRI Senilai US$500 Juta Over Subscribed 8 Kali
-
BRI Sebut Prinsip ESG Sudah Diimplementasikan Perusahaan
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada