Suara.com - PT TASPEN (Persero) kembali hadir mewujudkan kepedulian di saat bencana melanda. Kali ini, TASPEN, Taspen Life, Taspen Properti dan Bank Mandiri Taspen yang tergabung dalam Taspen Group memberikan bantuan kepada para korban bencana gempa dan longsor di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Sumatra Barat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.
Bantuan senilai ratusan juta rupiah tersebut disalurkan kepada para korban bencana alam dalam bentuk kebutuhan pokok, seperti 1.000 pieces tikar atau matras, 1.000 piecesselimut, 732 dus air mineral, 700 dus biskuit, 1.000 dus mie instan, dan 8.000 kilogram beras.
Bantuan diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT TASPEN (Persero) A.N.S Kosasih kepada Bupati Pasaman Benny Utama dan Bupati Pasaman Barat Pamacik Hamsuardi yang dalam hal ini diwakili oleh Sekda Pasaman Barat Hendra Putra di Kantor Cabang TASPEN Bukit Tinggi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.
“TASPEN selalu siap tanggap hadir demi kemaslahatan rakyat banyak. Penyaluran bantuan kali ini merupakan aksi nyata gerakan BUMN untuk Indonesia serta bukti nyata kepedulian dan kehadiran TASPEN Group bagi masyarakat Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat yang tengah menghadapi bencana alam,“ kata Direktur Utama TASPEN, A.N.S Kosasih ditulis Kamis (10/3/2022).
“Kami berharap masyarakat Sumatra Barat yang terdampak bencana dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala. Sebagai BUMN Asuransi Sosial Aparatur Sipil Negara, TASPEN selalu menjadi mitra Pemerintah Daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia,” Kosasih menambahkan.
Kegiatan penyerahan bantuan ini turut dihadiri anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade, Direktur Operasional TASPEN Ariyandi dan jajaran Direktur TASPEN Group.
“Apresiasi tertinggi diberikan kepada TASPEN Group atas bantuan yang diberikan kepada Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat. Kita berharap gotong royong yang dilakukan TASPEN Group dapat menjadi berkah bagi masyarakat setempat untuk segera pulih. Di samping itu, saya ingin mengingatkan agar masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan,” kata Andre Rosiade.
Ke depan, Taspen terus berkomitmen untuk tetap Andal Melayani, tidak hanya untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pensiunan ASN, tapi juga untuk masyarakat luas. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, Taspen berkomitmen untuk memberikan sumbangsih untuk pembangunan dan pemulihan daerah bencana di Indonesia.
Baca Juga: Taspen dan Pos Indonesia Jalin Kerja Sama Digitalisasi Pelayanan dan Pembiayaan Pensiun
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
PLN, MEBI, dan HUAWEI Resmikan SPKLU Signature dengan Ultra-Fast Charging dan Split Charging Pertama
-
Harga Cabai Masih 'Pedas', Bapanas Siapkan Intervensi
-
Kemendag Keluarkan Harga Patokan Eskpor Komoditas Tambang, Ini Daftarnya
-
Menkeu Purbaya Resmi Alihkan Dana Desa Rp34,5 T ke Koperasi Merah Putih
-
Pabrik Alas Kaki di Jombang Pakai PLTS, Kapasitas Tembus 3,7 MWp
-
Bisnis Emas BSI Melesat 100 Persen dalam 8 Bulan
-
Pengangguran Menurun, Tapi 50 Persen Tenaga Kerja Masih 'Salah Kamar'
-
Rating Indonesia Turun, Purbaya Serang Balik: Saya Ingin Membuat Reputasi Moody's Jeblok
-
Emiten BFIN Andalkan Program Loyalitas Dongkrak Pembiayaan Mobil Bekas
-
Dalih Purbaya Bikin Defisit APBN Nyaris 3 Persen: Kalau Tidak Kita Bisa Jatuh Seperti 1998