“Selain anggaran TI yang meningkat, para pemangku kepentingan TI juga diharapkan mampu menghadirkan solusi jarak jauh, kegiatan transparansi tanpa kontak, yang bisa digunakan masyarakat secara otomatis,” ujarnya.
Yamamoto menyatakan sependapat dengan Isobe tentang pemberlakukan prokes yang masih harus tetap dijalankan, mesti dalam kondisi new normal. Walaupun inovasi TI telah berkembang lebih jauh, jaminan pada kesehatan masyarakat tetap harus dinomorsatukan.
“Agar mal tetap beroperasi, mal harus mengubah sistem dan prosesnya agar selaras dengan pedoman yang diberikan oleh pemerintah soal kesehatan masyarakat. Mal perlu menyeimbangkan keinginan konsumen dalam interaksi sosial, sekaligus mampu memberikan pengalaman berbelanja yang aman dan mudah,” ujarnya.
Menurut Yamamoto, fokus bisnis di era saat ini adalah tetap pada keselamatan masyakat secara luas, kebersihan dan lingkungan tanpa kontak. Fokus ini dipastikan akan menjadi masa depan bisnis ritel di tahun-tahun ke depan.
Perubahan gaya hidup akibat pandemi juga disebutkan oleh Koichire Koide. Tuan rumah NEC Visionary Day ASEAN 2022 ini mengatakan, perubahan yang terjadi saat ini, mungkin saja lebih rumit dari yang dipikirkan sebelumnya.
“Gaya hidup dan bisnis telah berubah secara drastis. Sebagai penyedia teknologi, dari sudut pandang saya, ASEAN adalah asosiasi pasar yang cukup unik.Tujuan kami adalah menjadi platform pengaktif teknologi untuk menurunkan tingkat sosial ekonomi di dunia pada tahun 2030. Oleh karena itu, saya ingin meningkatkan kerja sama dengan mitra kami, pemerintah, operator, untuk membuat masyarakat ini jauh lebih baik dari hari ini,” ujarnya.
NEC Asia Pasifik (NEC APAC) merupakan kantor pusat regional penyedia teknologi informasi dan komunikasi dari NEC Corporation (HQ: Jepang) di Asia Tenggara.
Dalam NEC Visionary Day ASEAN 2022, para pemimpin perusahaan dari berbagai sektor industri dan pakar teknologi dari kawasan ASEAN berbagi wawasan tentang masa depan masyarakat dan bisnis, dan mereka sependapat tentang pentingnya transformasi digital dalam memastikan ekonomi yang berkelanjutan.
Selain President & CEO NEC Asia-Pacific, Koichiro Koide, Presiden Direktur AEON Mall Indonesia, Daisuke Isobe dan Deputy President Director BCA, Armand Wahyudi Hartono, hadir pula Otelli Edwards, Channel NewsAsia sebagai Moderato, Chief Strategy & Innovation Officer Mandai Wildlife, Belina Lee, dan CEO, Strategic Change Management Office (MyDIGITAL), Economic Planning Unit, Prime Minister’s Department of Malaysia, Fabian Bigar.
Berita Terkait
-
Pentingnya Membudayakan Hobi Membaca Setiap Hari di Era New Normal
-
Nikmati New Normal dengan Nonton Film Sedih, Bantu Redakan Stres dan Kecemasan
-
Taspen Lakukan Reformulasi Strategi Bisnis dan Investasi Pasca New Normal
-
4 Strategi Merintis Karier di Era New Normal, Awas Persaingan Kerja Semakin Ketat!
-
Masa New Normal Bikin Orang Introvert Mendapatkan Keuntungan, Kok Bisa?
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April
-
WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit
-
Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini
-
Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global
-
Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah
-
Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi
-
Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta
-
ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok
-
Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT
-
Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM