Suara.com - Eropa saat ini tengah dilanda ketidakstabilan ekonomi yang disebabkan konflik Rusia dan Ukraina. Rusia sebagai pemasok energi mayoritas negara-negara di Eropa terus mengancam akan memutus pasokan gas untuk negara-negara di benua biru tersebut.
"Pada akhir tahun 2020, sangat sulit untuk mengatakan apakah dunia telah benar-benar berubah selama pandemi, atau apakah orang-orang terlalu mengekstrapolasi dari distorsi besar-besaran Covid-19," kata pakar ekonomi sekaligus Ahli Strategi Makro Global TS Lombard, Dario Perkins.
Menurut dia, sulit memprediksi negara yang menghentikan aktivitas ekonomi mereka kemudian mencoba untuk mengekstrapolasi proses pembukaan kembali itu ke dalam gagasan Roaring '20-an ini.
Roaring '20 merupakan periode pertumbuhan ekonomi yang kuat di Amerika Serikat. Dekade itu menandai dimulainya era modern seperti yang kita kenal.
Jika dibandingkan dengan ekonomi Amerika Serikat yang tengah dihantam krisis tenaga kerja serta diskusi upah yang alot. Namun, saat ini Eropa justru menghadapi ancaman resesi yang mungkin terburuk.
"Sekarang jelas ada banyak orang di Eropa yang akan benar-benar bergumul dengan kenyataan bahwa 50% energi kita baru saja naik harga secara besar-besaran. Kesulitannya di sini adalah kita tidak tahu berapa lama situasi ini akan berlangsung," kata Perkins.
Ekonomi Eropa mungkin akan menghadapi tekanan kuat, terlebih saat ini inflasi di benua biru mencapai 7% hingga 8% dan upah naik 1%.
"Jika (konflik Rusia Ukraina) ini berakhir, perlambatan akan memudar dengan sangat cepat. Jika ini berlangsung berbulan-bulan, maka peluang resesi luas di Eropa tiba-tiba meningkat banyak," ujarnya.
Baca Juga: Menemani Santap Sahur, Ini Link Live Streaming Barcelona vs Eintracht Frankfurt di Liga Europa
Berita Terkait
-
Inflasi adalah Kenaikan Harga, Ini Hubungan dengan Harga Minyak Goreng dan BBM Mahal
-
Kembangkan Media Sosial Sendiri, Mampukah Rusia Mengisolasi dari Jaringan Internet Global?
-
Sempat Tertunda, Jadwal Timnas Ukraina di Play-off Piala Dunia Akhirnya Dirilis
-
Dibantai Eintracht Frankfurt, Barcelona Gagal Lolos ke Semifinal Liga Europa
-
Menemani Santap Sahur, Ini Link Live Streaming Barcelona vs Eintracht Frankfurt di Liga Europa
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
BEI Bidik 50 Ribu Calon Investor Masuk di Pasar Modal Syariah, Ini Strateginya
-
Baznas Tetapkan Nisab Zakat 2026 Naik 7 Persen, Ini Alasannya
-
Ancaman Pelarangan Vape Dinilai Bisa Matikan UMKM dan Ratusan Ribu Lapangan Kerja
-
Perkuat Fondasi Kelistrikan Nasional, PLN Enjiniring Akselerasi Transformasi Digital dan SDM
-
Danantara Gaspol Bentuk Holding BUMN Maskapai, Target Semester I-2026 Rampung
-
Tekan Angka Kecelakaan Kerja, SMGR Catat Nihil Fatalitas di Seluruh Pabrik
-
Naik Tipis, CIMB Niaga Raup Laba Rp6,93 Triliun
-
OJK Restui Empat BPR di Priangan Timur Digabungkan, Apa Untungnya?
-
RI Boncos! Ini Alasan AS Tetapkan Tarif 104 Persen Produk Panel Surya Indonesia
-
Optimalkan Jualan Online, UMKM Kue Kering Alami Lonjakan Pesanan hingga 100% Jelang Lebaran