Suara.com - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat hingga 19 April 2022 sudah sebanyak 12.13 juta Wajib Pajak (WP) yang sudah melaporkan harta mereka melalui Surat Pemberitahuan atau SPT).
"Data yang coba kami kumpulkan sampai tadi malam, 19 April 2022 jam 21.41 Wib, jumlah SPT yang disampaikan 12.136.344," kata Direktur Jenderal Pajak, Suryo Utomo dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu (20/4/2022).
Suryo mengatakan bahwa capian ini mengalami kenaikan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dimana kenaikan laporan SPT sebesar 1,43 persen.
"Jadi, kalau kita bandingkan dengan tahun lalu, di tanggal yang sama, 11.964.793. jadi kalau secara year on year tumbuh sekitar 1,43 persen," paparnya.
Suryo melanjutkan kontribusi terbesar dalam pelaporan SPT kali masih di dominasi oleh Orang Pribadi (OP) yang mencapai 11,6 juta.
Sementara pada SPT Tahunan badan, angkanya sejauh ini juga tumbuh 0,4 persen. Suryo menyebut SPT Tahunan badan yang telah masuk sebanyak 454.700, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu baru 452.894.
"Kontribusi terbesar sebetulnya adalah SPT orang pribadi yang sudah due date di akhir bulan kemarin," ujarnya.
"Jadi overall, membandingkan dengan tanggal yang sama, yaitu 19 April, pertumbuhan SPT baik PPh badan maupun PPh OP tumbuh di angka 1,43 persen," pungkasnya.
Baca Juga: WP Asal Sragen Nunggak Pajak Hingga Rp9,5 Miliar, Empat Mobilnya Langsung Disita Petugas
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
Inggris Siapkan Rp80 Triliun untuk Perkuat Armada Kapal Indonesia
-
IHSG Akhirnya Kembali ke Level 8.000, Pasar Mulai Tenang?
-
Dolar AS Ambruk, Rupiah Ditutup Perkasa di Level Rp16.754 Sore Ini
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Ada Proyek Gentengisasi Prabowo, Purbaya Pikir-pikir Pangkas Anggaran MBG
-
Prabowo Sebut Tanaman Ajaib, Sawit Kini Berubah Arti Jadi 'Pohon' di KBBI
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Hashim: 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut Sepihak Satgas PKH Bisa Ajukan Keberatan
-
Inflasi Januari 2026 Tembus 3,55 Persen, Airlangga Bilang Begini
-
4 Kriteria Market MSCI, Bursa Saham Indonesia Termasuk Mana?