Suara.com - Holding Perkebunan Nusantara III Persero melalui anak usahanya PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V), mendistribusikan 12 ton minyak goreng dan gula murah di wilayah operasinya, Bumi Lancang Kuning, Provinsi Riau.
Langkah itu merupakan bagian dari upaya perseroan untuk memperkuat ketahanan pangan serta membantu masyarakat dalam menghadapi meningkatnya harga produk olahan sawit juga tebu tersebut jelang lebaran.
"Khusus Ramadhan kali ini, kita mengalokasikan enam ton minyak goreng dan enam ton gula murah kepada masyarakat Provinsi Riau yang tinggal di sekitar lingkungan perusahaan," kata Chief Executive Officer PTPN V, Jatmiko Santosa, dalam keterangannya, Rabu (27/4/2022).
Keseluruhan 12 ton minyak goreng dan gula murah tersebut dikemas menjadi 6.000 paket. Masing-masing paket berisi satu liter minyak goreng Salvaco dan satu kilogram gula Walini berkualitas tinggi produksi Holding PTPN, untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ia menuturkan, perusahaan memberikan subsidi setiap paket minyak dan gula tersebut hingga 50 persen. Dengan begitu, setiap paket yang bernilai Rp35 ribu itu dilepas ke masyarakat hingga Rp17.500.
"Kita memberikan subsidi harga. Setiap paket setara dengan Rp 35.000, selanjutnya dilepas kepada masyarakat dengan hanya Rp17.500. Mudah-mudahan langkah kecil kita ini memberikan manfaat luas kepada masyarakat," tuturnya.
Jatmiko menjelaskan program penyaluran minyak goreng dan gula murah telah berlangsung selama sepekan terakhir di enam kabupaten dan kota sekitar areal operasi perusahaan, seperti Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Indragiri Hulu, dan Kota Pekanbaru.
Di Kota Pekanbaru sendiri, kegiatan penyaluran minyak goreng di pusatkan di Kantor Direksi PTPN V, Jalan Rambutan. Untuk menghindari penumpukan masyarakat, perusahaan menyelenggarakan penyaluran paket minyak goreng dan gula selama dua hari, 26 dan 27 April 2022.
Masyarakat yang sebelumnya telah didata dan berhak mendapatkan alokasi paket murah terlebih dahulu mendapatkan kupon yang disebarluaskan oleh perangkat RT setempat.
Baca Juga: Apa itu RBD Palm Olein yang Dilarang Diekspor? Begini Perbedaannya dengan CPO
"Kita mengalokasikan 2.000 paket minyak dan gula bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kantor Direksi. Alhamdulillah, respon sangat positif kita dapatkan dari masyarakat penerima manfaat," papar Jatmiko.
Sementara itu, Ashari, salah seorang tokoh masyarakat yang tinggal di sekitar kantor perusahaan mengapresiasi langkah PTPN V yang menyalurkan kebutuhan dasar kepada masyarakat setempat.
"Kami sangat bersyukur mendapat gula dan minyak dengan harga yang sangat murah. Bantuan ini begitu bermanfaat kepada masyarakat," ujarnya.
Alokasikan Kebutuhan CPO Domestik
Lebih jauh, Jatmiko juga mengatakan PTPN V memiliki komitmen tinggi untuk memperkuat kebutuhan crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah dalam negeri.
Meneruskan program tahun sebelumnya, kembali di 2022 ini, ia menuturkan PTPN V mengalokasikan 100 persen produksi CPO yang ditargetkan mencapai lebih 600 ribu ton, seluruhnya untuk dijual bagi kebutuhan dalam negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor
-
Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok
-
Komitmen Penegakan Hukum, BRI Bantul Dukung Pengusutan Korupsi Eks Mantri
-
Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya