Suara.com - Mau beli rumah di Jakarta Selatan? Lokasi rumah murah di Jakarta Selatan ternyata sudah tidak banyak. Kisaran harganya pun makin melambung. Tidak heran, pasalnya kawasan yang terkenal dengan bahasa gaul ini menjelma sebagai kawasan elite metropolitan dengan beragam industri.
Perkantoran-perkantoran penting tersebar di Jakarta Selatan seperti kawasan Fatmawati Mas, TB Simatupang, dan HR Rasuna Said. Segudang fasilitas publik ini turut melambungkan harga hunian.
Melansir situs jual beli rumah, sebuah rumah dengan luas 60m2 di perbatasan Jagakarsa-Depok, Jawa Barat dihargai Rp950 juta. Rumah satu lantai itu hanya tertidi dari dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Ditambah dapur serta ruang tamu merangkap ruang keluarga. Tidak ditemukan rumah berstatus subsidi di kawasan ini.
Bahkan untuk kawasan-kawasan elite seperti Pondok Indah dan Kuningan, harga rumah telah mencapai lebih dari Rp50 miliar. Rumah-rumah itu biasanya dibangun dua lantai dengan luas sekitar 800 m2 dan perabotan mewah.
Lalu bagaimana jika ingin membeli rumah subsidi? Tentu saja anda tidak akan mendapatkannya di Jakarta Selatan. Namun, tak perlu khawatir karena kawasan-kawasan satelit seperti Depok dan Tangerang Selatan menyediakan beberapa unit rumah subsidi di kisaran harga Rp200 juta-an.
Melihat harga rumah yang selangit ini, biasanya kelas pekerja menghabiskan waktu belasan hingga 20-an tahun untuk mencicil kredit pemilikan rumah (KPR).
Terlebih dengan besaran gaji yang jauh di bawah kebutuhan biaya membeli rumah. Alternatif lain yang bisa dipilih adalah dengan membeli share house atau kepemilikan rumah bersama dengan biaya lebih terjangkau, atau menyewanya saja tanpa membeli. Setiap orang tentu akan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing apakah dia ingin membeli atau menyewa rumah.
Walau begitu, yang harus dipertimbangkan adalah ketersediaan uang untuk membeli atau mencicil rumah. Pastikan kamu memiliki income yang cukup stabil untuk membayar cicilan rumah.
Jika tidak, maka menyewa bisa menjadi pilihan. Sistem sewa ini bakal memakan biaya yang lebih murah karena penyewa tidak akan memperoleh aset. Di samping itu, dengan menyewa kita bisa berpindah dengan lebih leluasa sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Pemerintah Resmi Menaikkan Harga Bahan Bakar Gas (BBG)
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Dalih Buat Jaga-Jaga Saat Nongkrong, Dua Pemuda Di Jaksel Dicokok Polisi Karena Bawa Sajam
-
Aksi Buruh Peringati May Day, Lalu Lintas di Jalan Sudirman-Senayan Ramai Lancar
-
Dua Bar di Jaksel Disegel Gara-gara Ini
-
Tuai Polemik Karena Latihan Sepatu Roda di Jalan Gatsu, PB Perserosi Minta Maaf ke Pemprov DKI
-
Pemerintah Resmi Menaikkan Harga Bahan Bakar Gas (BBG)
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik
-
Gegara Minyak Dunia IHSG Melesat Hampir ke Level 6.000, BBCA Naik Lagi
-
99 Persen Laba GGRM Jadi Dividen, Pemegang Saham Dapat Jatah jumbo!
-
Kementerian ESDM Masih Bahas RKAB Nikel 2026
-
Toko Online Tanpa NIB Bakal Diblokir? Simak Aturan Baru Kemendag 2026
-
Ace Hardware Dipastikan Kembali Buka di Indonesia
-
Perhatian Pemegang Saham GGRM, Dividen Rp800 per Saham Cair 23 Juli 2026
-
Rupiah Menguat Seiring Kembalinya Investor Asing
-
Mengapa Gaji Guru Sangat Kecil?
-
Proyeksi Laba Hingga Target Harga Turun, Saham Grup Salim Masih Layak Dibeli?