Suara.com - Harga emas dunia melambung lebih dari 1,4 persen pada perdagangan akhir Kamis, karena penurunan dolar dan imbal hasil US Treasury meningkatkan daya tarik safe-haven logam kuning tersebut.
Selain itu data ketenagakerjaan Amerika yang lemah menambah kekhawatiran investor akan kondisi ekonomi.
Mengutip data RTI, Jumat (20/5/2022) harga emas di pasar spot melonjak 1,4 persen menjadi USD1.840,97, sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup melesat 1,4 persen menjadi USD1.841,2 per ounce.
Harga emas tergelincir mendekati level terendah empat bulan pada sesi Senin, dan meroket sekitar 3 persen sejak dolar mundur dari level tertinggi 20 tahun.
"Dolar jatuh dan imbal hasil secara signifikan lebih rendah, dan ini adalah kabar baik bagi emas," kata Edward Moya, analis OANDA.
Membuat emas lebih murah bagi pembeli luar negeri, Indeks Dolar (Indeks DXY) merosot 1 persen, sementara imbal hasil US Treasury jetuh ke level terendah tiga minggu.
Meski jumlah orang Amerika yang menganggur berada di level terendah sejak 1969 pada awal Mei, klaim pengangguran mingguan secara tak terduga naik pekan lalu.
"Emas menarik aliran safe-haven karena fokus bergeser ke pelemahan di Amerika dengan klaim pengangguran meningkat serta semua pembicaraan negatif tentang inflasi. Ada pesimisme yang cukup besar terhadap saham global," papar Moya.
Lebih lanjut membantu daya tarik logam safe-haven itu, pasar ekuitas global merosot lebih jauh karena tanda-tanda baru perlambatan pertumbuhan membuat investor menjual saham dan beralih ke aset safe-haven.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Kembali Berkilau Imbas Melemahnya Imbal Hasil Treasury
Emas dianggap sebagai lindung nilai inflasi. Namun, logam tersebut harus bertarung dengan dolar sebagai safe-haven akhir-akhir ini mengingat sikap kebijakan agresif Federal Reserve untuk melawan lonjakan harga.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung tidak disukai ketika suku bunga naik.
"Penurunan harga emas baru-baru ini membantu daya tariknya di kalangan investor karena mereka terus mencari aman dari aset berisiko dan melakukan lindung nilai terhadap inflasi," ungkap Fawad Razaqzada, analis City Index.
Sementara itu harga perak di pasar spot melesat 2,5 persen menjadi USD21,92 per ounce, platinum melejit 3,1 persen menjadi USD964,23 dan paladium naik 0,1 persen menjadi USD2.018,06
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Dari Gurih hingga Pedas, Menu Flavor Shake-Up Ajak Pecinta Kuliner Eksplorasi Beragam Rasa
-
Kejagung Jangan Berhenti di Febrie Adriansyah, Aktor Intelektual Harus Diburu
-
Port FC Petik Tiga Poin, Sarawut Treephan Sebut Kemenangan atas PSMS Jadi Modal Penting
-
Napi Lapas Pekanbaru Belum Ditemukan, Kabur saat Ambil Obat di Apotek
-
Review Dikichi Kediri: Sensasi Crispy Hot Chicken yang Renyahnya Bikin Nagih!
-
Dihukum 10 Tahun oleh KFA, Shin Tae-yong Tetap Tangani Persija
-
Perkuat Sektor Wing Back, Kendal Tornado FC Datangkan Eks Pemain Timnas U-19
-
Karhutla Mengamuk di Kubu Raya, Nyaris Lahap Permukiman Warga
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu
-
Krisis Global di Depan Mata, Generasi Muda Ini Kumpul Cari Solusi Lewat Jalur Diplomasi