Suara.com - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) berencana untuk menggarap proyek pembangunan jalan tol sepanjang 1.000 Km di Sudan Selatan dengan nilai sebesar Rp21 triliun hingga Rp25 triliun.
Menariknya, Pemerintah Sudan Selatan akan membayar pembangunan proyek tol tersebut dengan minyak mentah hasil produksi negara tersebut.
“Jalan yang kita bangun dibiayai hasil penjualan minyak mentah yang dibayarkan pemerintah Sudan Selatan lalu ditaruh di escrow account baru dibayarkan ke Waskita,” kata Direktur Operasi III Waskita Karya Gunadi di Jakarta Rabu (25/5/2022).
Gunadi mengungkapkan, jalan tol yang dibangun Waskita di Sudan Selatan memiliki panjang 1.000 kilometer dengan jangka waktu pengerjaan selama lima tahun.
“Jadi bentuknya perempatan, masing-masing itu panjangnya 250 kilometer,” ucapnya.
Sementara itu, Ia menyebutkan bila proyek pembangunan akan dilaksanakan pada akhir tahun ini. Namun, saat ini pihaknya masih melakukan kajian terkait dengan resiko bisnis yang akan timbul di negara yang masih tergolong volatile tersebut.
“Kita masih pelajari level risiko agar pas berjalan bisa dengan resiko stabil. Nanti akhir bulan ini ada perwakilan Sudan Selatan datang ke Indonesia untuk signing kontrak dan awal semester dua itu sudah jalan,” ucap Gunadi.
Dalam kesempatan ini, Gunadi juga menyebutkan jika perseroan akan kembali menggarap proyek yang mana kali ini merupakan proyek pembangunan jalan di Timor Leste.
"Tahun ini kita juga akan garap tender jalan nilainya Rp500 miliar di Timor Leste,” katanya.
Baca Juga: Proyek Tol Kayu Agung-Palembang-Betung Dikebut, Waskita Karya Dapat Dana Segar Rp3,28 Triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit
-
Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara
-
AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia
-
Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi
-
Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai
-
BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan
-
Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor
-
BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun
-
Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru
-
Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya