Suara.com - Harga minyak dunia naik lebih tinggi pada perdagangan akhir pekan lalu. Kenaikan harga ditopang oleh ekspektasi bahwa keputusan OPEC untuk meningkatkan target produksi sedikit lebih dari yang direncanakan tidak akan banyak mempengaruhi pasokan global yang ketat.
Mengutip CNBC, Senin (6/6/2022) harga minyak mentah Brent naik USD1,80 atau 1,5 persen menjadi USD119,41 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD1,80 atau 1,5 persen menjadi USD118,67.
Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC +, pada hari Kamis sepakat untuk meningkatkan produksi sebesar 648.000 barel per hari (bph) per bulan pada bulan Juli dan Agustus. Pada kesempatan sebelumnya OPEC + sepakat menggenjot kenaikan produksi sebanyak 432.000 barel per hari.
Minyak mentah AS menuju kenaikan mingguan keenam karena ketatnya pasokan AS, yang telah mendorong pembicaraan tentang pembatasan ekspor bahan bakar atau pajak rejeki nomplok (windfall profit) pada produsen minyak dan gas.
"Keputusan OPEC + kemarin dan percepatan yang sedang berlangsung dalam rilis SPR (cadangan strategis) menjaga ketersediaan minyak mentah pada tingkat yang cukup terutama disertai permintaan dari penyulingan yang turun drastis dari beberapa tahun lalu," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates LLC di Galena, Illinois.
Kenaikan produksi bisa di bawah jumlah yang dijanjikan karena OPEC + membagi kenaikan di seluruh anggotanya dan masih termasuk Rusia, yang produksinya turun.
Produksi minyak Rusia jatuh karena sanksi telah mendorong beberapa negara untuk menghindari pembelian minyaknya sejak invasi ke Ukraina.
"OPEC + kemungkinan masih akan memasok minyak jauh lebih sedikit ke pasar daripada yang disepakati dan dengan demikian tidak memberikan bantuan yang diharapkan," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch.
Persediaan tetap ketat. Pada hari Kamis, laporan persediaan mingguan AS menunjukkan stok minyak mentah turun lebih dari yang diperkirakan sebanyak 5,1 juta barel. Persediaan bensin juga turun.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Seiring Menyusutnya Persediaan Minyak Mentah AS
Permintaan juga meningkat. Pusat keuangan China Shanghai dan ibu kota, Beijing, telah melonggarkan pembatasan Covid-19 dan pemerintah China telah berjanji untuk merangsang ekonomi.
Minyak menahan kenaikan setelah data AS menunjukkan pekerjaan meningkat lebih dari yang diharapkan pada Mei, tanda-tanda pasar tenaga kerja yang ketat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?
-
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
-
Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris
-
Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam
-
Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?
-
Harga Cabai Turun Namun Bawang Putih Naik, Ini Penyebabnya