Suara.com - Ketua Komisi IV DPR Sudin meragukan data Kementerian Pertanian mengenai ketersediaan hewan kurban untuk perayaan Idul Adha 2022 karena dinilai bermasalah.
"Tadi konon katanya, ketersediaan stok untuk Idul Adha sebanyak 1,8 juta, katanya. Bukan kata saya loh, mudah-mudahan cukup, mudah-mudahan nggak cukup kan gitu aja," kata Sudin saat rapat kerja dengan Kementerian Pertanian di Komisi IV DPR, Jakarta, Senin (27/6/2022).
Ketika Kementan mengatakan stok hewan kurban cukup, Sudin mengungkapkan bahwa Kementan meminta adanya impor daging kerbau.
"Tapi kalau kenapa tadi impor daging kerbau, kenapa impor daging sapi dari Brazil, karena kita minusnya sudah terlalu banyak," kata Sudin.
Dia pesimistis Indonesia tidak akan pernah swasembada soal daging, jika tata kelola yang dilakukan Kementan seperti saat ini.
"Seperti yang saya katakan dari awal, 50 tahun lagi pun kita tidak akan swasembada (daging) kalau tidak diperlakukan dengan sangat istimewa sekali peternakan kita. Kita gak usah bandingin negara kita dengan negara luar, gitu ya," katanya.
Bahkan ketika dia meminta data jumlah hewan kurban, Kementan tidak bisa menunjukkan. "Sekarang saya tanya masalah data per kabupaten saja tidak bisa disajikan kok, toh yang lain gak ada," katanya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono mengatakan kebutuhan hewan kurban menjelang perayaan Idul Adha 2022 sebanyak 1,81 juta ekor, pihaknya pun memastikan bahwa stok kebutuhan hewan kurban tersebut aman.
"Kami laporkan 2,27 juta ekor (stok), sementara kebutuhannya 1,81 juta ekor," kata Kasdi.
Kasdi merinci ada empat ternak utama yang sering digunakan sebagai ternak kurban, yang pertama sapi ketersediaannya 861 ribu ekor kebutuhannya 664 ribu ekor.
Selanjutnya kerbau 29 ribu ekor, kebutuhannya 19.200 ekor, kemudian kambing ketersediaannya 973 ribu ekor kebutuhannya 732 ribu ekor. Dan domba ketersediannya 408 ribu ekor, kebutuhannya 364 ribu ekor.
Selain itu kata dia hewan ternak sapi yang sudah menjalani vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) akan diberi penandaan dengan ear tag.
"Untuk pendataan ternak juga kami anggarkan Rp 570 M, pendataan dan penandaan hewan ternak, ear tag itu, Pak Ketua," kata Kasdi.
Nantinya ear tag tersebut disematkan di telinga hewan ternak yang telah menjalani suntik vaksinasi PMK.
"Kami laporkan, bahwa setelah divaksin nanti ada ear tag yang kita sematkan di dalam telinga ternak yang sudah divaksinasi," ujar dia.
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?
-
Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah
-
Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank
-
Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak
-
Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia
-
MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO
-
Emiten BCIC Sulap Tabungan Nasabah Jadi Aksi Konservasi Mangrove dan Laut
-
Tak Cuma Pembangkit, Transmisi Disebut Kunci Cegah Blackout Sumatra
-
Dua Kali Purbaya Kebobolan Soal APBN, Sapi Kurban Prabowo dan Motor Listrik MBG
-
Investor Jepang: Indonesia Hadapi Kemandekan Ekonomi yang Berbahaya