Suara.com - Akulaku PayLater kini tersedia sebagai salah satu metode pembayaran yang tersedia pada platform agen perjalanan daring Pegipegi.
Kolaborasi tersebut memungkinkan pengguna Pegipegi untuk menyelesaikan transaksi pemesanan hotel dan tiket perjalanan dengan menggunakan solusi buy now pay later Akulaku PayLater.
Untuk menggunakan fitur tersebut, pengguna Pegipegi cukup memilih opsi pembayaran Akulaku PayLater ketika berada di laman checkout setelah melakukan pemesanan.
Pengguna Pegipegi kemudian akan diarahkan untuk melakukan otorisasi agar Akulaku PayLater dapat terhubung dengan akun. Setelah itu, pengguna dapat menyelesaikan transaksi belanja dengan menggunakan Akulaku PayLater.
Pengguna Pegipegi yang pertama kali bertransaksi menggunakan Akulaku PayLater akan memperoleh diskon potongan harga sebesar 50% maksimal senilai Rp50.000 dari total transaksi.
Adapun pengguna yang melakukan registrasi akun baru Akulaku PayLater melalui Pegipegi dapat memperoleh voucher tambahan senilai Rp115.000 dengan syarat dan ketentuan berlaku untuk satu kali transaksi.
Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Efrinal Sinaga berharap dengan tersedianya Akulaku PayLater sebagai salah satu metode pembayaran pada Pegipegi dapat semakin memberikan kemudahan dan membuka akses finansial yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya bagi kalangan penikmat travelling.
Kolaborasi ini juga sekaligus merupakan bentuk peran aktif Akulaku PayLater dalam mendukung bangkitnya industri pariwisata.
"Kami berharap melalui kolaborasi ini, kami dapat mendukung Pegipegi dalam memberikan akses pembiayaan yang memudahkan bagi pengguna layanan perjalanan," ujarnya.
Baca Juga: Pengguna Platform Bhinneka Kini Dapat Bertransaksi dan Menggunakan Fasilitas Akulaku PayLater
VP Commercial & Marketing Pegipegi Ryan Kartawidjaja mengatakan bahwa melalui kerjasama ini, Pegipegi ingin memberikan nilai tambah bagi seluruh pelanggan untuk mendapatkan kemudahan dalam bertransaksi setiap kebutuhan perjalanan.
“Hal ini sejalan dengan misi kami untuk memberikan kemudahan akses setiap masyarakat Indonesia yang ingin melakukan perjalaan domestik maupun internasional,” ujarnya.
Akulaku PayLater hadir sebagai sebuah brand yang memberikan solusi layanan buy now pay later (BNPL) memungkinkan penggunanya untuk bertransaksi memanfaatkan limit kredit di berbagai platform e-commerce.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah
-
Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus
-
Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah
-
Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya
-
Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga
-
Nama Chatib Basri Muncul di Tengah Tekanan Rupiah, Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle
-
Oktober 2026 Ini Pemerintah Siapkan Wajib Halal Nasional, Ini Dampak Bagi UMKM, Bisnis, dan Konsumen
-
Gubernur BI Ungkap 2 Strategi yang Disiapkan untuk Stabilkan Rupiah
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Pasar Sambut Positif Rumor Chatib Basri Jadi Menkeu, tapi Ada Catatannya