Suara.com - Produk dalam negeri karya anak bangka diklaim Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas Rudi Satwiko sudah memenuhi standar sektor migas yang berlaku secara internasional dengan tingkat keamanan tinggi.
“Sebetulnya industri kita sudah sangat siap untuk bersaing, tapi memang kendala selama ini yang dihadapi produsen yakni economies cost scale (skala produksi),” kata dia pada pada acara Pra Forum Kapasitas Nasional 2022 Wilayah Sumbagsel oleh SKK Migas dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di Palembang, Selasa (6/7/2022).
Ia menjelaskan, saat ini produk dalam negeri sudah sangat siap memenuhi kebutuhan sektor migas di Tanah Air sehingga SKK Migas menargetkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di industri hulu migas mencapai 60 persen pada 2022.
Jika hanya mengandalkan pasar domestik maka dipastikan membuat harga jual menjadi lebih mahal sehingga kondisi ini membuat produk nasional menjadi kurang berdaya saing.
Sehingga, SKK Migas akan membantu produk buatan dalam negeri itu bukan hanya mendapatkan tempat di dalam negeri tapi juga menyasar pasar global sehingga bisa meningkatkan skala ekonominya.
Saat ini banyak produk-produk Indonesia dibawa ke Singapura untuk kemudian di-brand ulang sebagai buatan negara tersebut.
“Seperti produk non-rotating, kita sudah benar-benar siap. Tapi untuk rotating mungkin perlu waktu, bukan tidak siap seperti, turbin yang perlu presisi,” kata dia.
Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi turut menyampaikan, saat ini yang menjadi fokus SKK Migas yakni bagaimana mempertemukan kebutuhan KKKS dengan pelaku industri.
“Pabrikan juga harus mengerti dan harus siap-siap dengan investasinya dan banyaknya perbaikan di sana-sini. Tapi, yakinlah dengan ada KKKS besar seperti Pertamina, Petro China dan lainnya, target pasar ini dapat tercapai,” kata dia.
Baca Juga: Dua Kapal Perang TNI AL Karya Anak Bangsa Diluncurkan
SKK Migas juga akan membantu memperkenalkan karya anak bangsa ke forum-forum internasional migas seperti yang dilakukan tahun ini di Kuala Lumpur, Malaysia dan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Sementara itu, berdasarkan data SKK Migas disebutkan pihaknya sudah berhasil meningkatkan realisasi TKDN di bidang barang dan jasa di industri hulu migas sebesar 63 persen pada Mei 2022, meskipun pemerintah hanya menetapkan target 57 persen pada 2022.
Nilai perkiraan pengadaan barang/jasa sebesar 5.200 juta dolar AS atau setara dengan Rp75 triliun, jika komitmen TKDN 2022 bisa direalisasikan maka diperkirakan sekitar Rp45 triliun pengadaan barang/jasa akan dinikmati oleh industri nasional.
Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan peran industri penunjang nasional dalam kancah sektor hulu minyak dan gas, SKK Migas dan KKKS kembali memfasilitasi pertemuan para pemangku kepentingan (stakeholder) industri hulu migas di area operasi Sumbagsel.
Pertemuan ini merupakan bagian dari Pra Kegiatan Forum Kapasitas Nasional 2022 yang diselenggarakan di lima kota, yaitu Surabaya, Batam, Sorong, Balikpapan dan Palembang, yang masing-masing mewakili area operasi Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabanusa), Sumatra Bagian Utara (Sumbagut), Papua dan Maluku (Pamalu), Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) dan Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel).
Direktur Utama PT Teknologi Rekayasa Katup Yon Ming mengatakan saat ini produk keran buatan pabriknya sudah menyasar pasar industri migas Tanah Air dan luar negeri.
Dengan produksi mencapai 12.000 unit per tahun, pihaknya kini menyuplai kebutuhan KKKS di sejumlah provinsi dan pasar industri bertemperatur tinggi.
Berita Terkait
-
Mi Instan Produk Indonesia Ditolak Negara Taiwan, Lho Kenapa?
-
Masif Cari Cadangan Baru Minyak, SKK Migas Puji Pertamina
-
DPR RI Ingin Proyek Panas Bumi Diserahkan ke SKK Migas
-
Kuartal I 2022 GOTO Masih Catatkan Kerugian Rp6,47 Triliun
-
Kunjungi Sharprindo Dinamika Prima, Mentan Dorong Penggunaan Alsintan Karya Anak Bangsa
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian