Suara.com - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) saat ini tengah agresif untuk terus mengerek naik suku bunga acuannya. Beberapa waktu lalu, The Fed telah menyetujui kenaikan suku bunga terbesarnya yaitu 75 basis poin, menjadi yang tertinggi sejak hampir tiga dekade.
Agresifnya The Fed dalam mengkatrol naik suku bunga acuannya demi melawan ganasnya laju inflasi di Negeri Paman Sam tersebut, pada Juni inflasi AS telah menyentuh 8,6 persen tertinggi dalam lebih dari empat dekade.
Kondisi ini pun kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso tidak boleh dianggap enteng, pasalnya akan ada dampak yang bisa mengganggu stabilitas sektor keuangan nasional.
"Sehingga kemarin episode terakhir kenaikan 0,75 basis poin kebijakan suku bunga The Fed. Ini tidak boleh kita anggap enteng. Belum pernah dalam 24 tahun terakhir dapat menaikkan 75 basis poin. Imbasnya pasti ada capital reverser dari emerging market tidak terkecuali termasuk Indonesia," kata Wimboh dalam acara Tatap Muka Dengan Direktur Utama di Sektor Jasa Keuangan Terkait Penerapan Market Conduct di Jakarta, Kamis (7/7/2022).
Wimboh menjabarkan sejumlah sentimen global yang saat ini membayangi pasar negara berkembang (emerging market). Di antaranya kebijakan kenaikan suku bunga dan konflik Rusia-Ukraina yang berimbas pada kelangkaan komoditas.
Sehingga inflasi tampak menghadang di depan mata, seiring rantai pasokan global yang terganggu, termasuk sudah mulai menjalar ke Indonesia meski masih dalam rentang yang wajar.
"Di Indonesia, ya Alhamdulillah meski ada kenaikan tidak seperti di negara-negara lain. Meskipun angka inflasi terakhir di bulan Juni sudah 4,35 persen," kata Wimboh.
Dengan demikian situasi ini tidak boleh dianggap enteng, menurutnya seluruh pemangku kepentingan, termasuk OJK, harus mendesain kebijakan dan berkoordinasi secara baik dengan Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan dalam mendesain berbagai kebijakan untuk meminimalisir dampak atas kenaikan suku bunga The Fed.
"Potensi spillover kepada sektor keuangan masih harus terus diwaspadai dan tidak boleh dianggap enteng karena ketidakpastian ekonomi global masih berlanjut," pungkasnya.
Baca Juga: Trik Hindari Selip Saat Berkendara Sepeda Motor, Salah Satunya Hindari Gaya Agresif
Berita Terkait
-
Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat
-
OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya
-
Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban
-
OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta
-
Tahun Ajaran Baru Datang, Orang Tua Jangan Cuma Fokus Seragam, Cek 5 Poin Krusial Ini!
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
PT Krakatau Osaka Steel Tutup dan PHK Ratusan Buruh, Kemenperin Prihatin
-
Penuhi Free Float, Prajogo Pangestu Lego Saham CUAN Sebesar Rp 467 M
-
Prioritaskan Transparansi, BRI Dukung Proses Hukum Kasus KoinWorks
-
Rupiah Menguat ke Rp 17.333/US$, Harapan Damai di Timur Tengah Jadi Tenaga
-
Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur
-
Purbaya Akui Kebobolan soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Anggaran Bakal Diperketat
-
Fokus Jualan Pulsa Hingga Token Listrik, Bukalapak PHK 594 Karyawan
-
Aliansi Strategis Pertamina Dorong Teknologi dan Efisiensi Operasi Hulu Migas
-
Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK
-
Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK