Bisnis / Keuangan
Kamis, 07 Juli 2022 | 14:50 WIB
Gedung Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) [Shutterstock]

Suara.com - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) saat ini tengah agresif untuk terus mengerek naik suku bunga acuannya. Beberapa waktu lalu, The Fed telah menyetujui kenaikan suku bunga terbesarnya yaitu 75 basis poin, menjadi yang tertinggi sejak hampir tiga dekade.

Agresifnya The Fed dalam mengkatrol naik suku bunga acuannya demi melawan ganasnya laju inflasi di Negeri Paman Sam tersebut, pada Juni inflasi AS telah menyentuh 8,6 persen tertinggi dalam lebih dari empat dekade.

Kondisi ini pun kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso tidak boleh dianggap enteng, pasalnya akan ada dampak yang bisa mengganggu stabilitas sektor keuangan nasional.

"Sehingga kemarin episode terakhir kenaikan 0,75 basis poin kebijakan suku bunga The Fed. Ini tidak boleh kita anggap enteng. Belum pernah dalam 24 tahun terakhir dapat menaikkan 75 basis poin. Imbasnya pasti ada capital reverser dari emerging market tidak terkecuali termasuk Indonesia," kata Wimboh dalam acara Tatap Muka Dengan Direktur Utama di Sektor Jasa Keuangan Terkait Penerapan Market Conduct di Jakarta, Kamis (7/7/2022).

Wimboh menjabarkan sejumlah sentimen global yang saat ini membayangi pasar negara berkembang (emerging market). Di antaranya kebijakan kenaikan suku bunga dan konflik Rusia-Ukraina yang berimbas pada kelangkaan komoditas.

Sehingga inflasi tampak menghadang di depan mata, seiring rantai pasokan global yang terganggu, termasuk sudah mulai menjalar ke Indonesia meski masih dalam rentang yang wajar.

"Di Indonesia, ya Alhamdulillah meski ada kenaikan tidak seperti di negara-negara lain. Meskipun angka inflasi terakhir di bulan Juni sudah 4,35 persen," kata Wimboh.

Dengan demikian situasi ini tidak boleh dianggap enteng, menurutnya seluruh pemangku kepentingan, termasuk OJK, harus mendesain kebijakan dan berkoordinasi secara baik dengan Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan dalam mendesain berbagai kebijakan untuk meminimalisir dampak atas kenaikan suku bunga The Fed.

"Potensi spillover kepada sektor keuangan masih harus terus diwaspadai dan tidak boleh dianggap enteng karena ketidakpastian ekonomi global masih berlanjut," pungkasnya.

Baca Juga: Trik Hindari Selip Saat Berkendara Sepeda Motor, Salah Satunya Hindari Gaya Agresif

Load More