Suara.com - Novel Bamukmin membantah pihaknya berkaitan dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Sekaligus mengklaim bahwa Koperasi Syariah 212 yang diduga menerima uang dari ACT sama sekali tidak berkaitan dengan PA 212.
Dalam sebuah wawancara, Novel Bamukmin juga menegaskan bahwa PA 212 memiliki rekening lembaga kemanusiaan sendiri tanpa adanya pihak ketiga. Bahkan, ia menegaskan, PA 212 menjalin kerja sama dengan FPI dalam setiap aksi kemanusiaan.
Namun demikian, Wakil Ketua Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu mengkritik langkah pemerintah yang kerap menyerang ACT. Padahal, masih banyak kasus lain yang harus diusut pula.
"Saya melihat rezim ini terus membombardir ACT habis-habisan. Padahal, jelas ulah rezim ingin mengaburkan kasus Harun Masiku buronan dari PDIP dan buronan baru si Maming bendahara PBNU," ucap Novel dikutip dari Warta Ekonomi --jaringan Suara.com.
NOvel menyebut, dua orang tersebut adalah pihak yang harus segera ditangkap karena merampok uang negara. Ia berharap aparat segera menangkap keduanya.
"Artinya, gajah di pelupuk mata tidak tampak, tetapi semut di seberang tampak," tuturnya.
Berita Terkait
-
PDIP Beri Peringatakan Kader yang Terjerat Kasus Korupsi Agar Kooperatif dan Taat Proses Hukum
-
Jusuf Kalla Tidak Mau PMI Tersandung Masalah Hukum Seperti ACT
-
Fakta Terkini Petinggi ACT Ditetapkan Jadi Tersangka: Tilep Dana Boeing hingga Terancam 20 Tahun Penjara
-
Soal Kasus Penyelewengan Dana ACT, Pengamat: Orang akan Kehilangan Nilai Berbagi
-
Kata Bareskrim Polri soal Penahanan dan Panggil Empat Tersangka ACT
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai