Suara.com - Pabrikan otomotif asal Jepang, Toyota memangkas produksi sekitar 4.000 kendaraan pada bulan Juli di Jepang setelah cuaca ekstrem negara itu mengganggu pasokan suku cadang, meningkatkan kemungkinan untuk gagal memenuhi target global bulan tersebut.
Hujan lebat, terutama di prefektur asal Aichi di Jepang tengah, berdampak pada pengadaan suku cadang dan akan memaksa perusahaan menghentikan produksi total tiga lini di dua pabrik dalam negeri.
Reuters melaporkan, salah seorang Juru bicara Toyota mengatakan penghentian sementara kemungkinan akan mempersulit pencapaian target produksi global sekitar 800.000 kendaraan untuk bulan Juli.
Toyota terus berupaya memenuhi tujuan produksi globalnya dalam beberapa bulan terakhir, dilanda kekurangan semikonduktor dan dampak penguncian terkait COVID-19 di China.
"Pemberhentian terakhir dimulai dari shift malam pada hari Rabu di satu lini dan akan dimulai besok di dua lainnya dan akan berlangsung hingga Jumat (29/7/2022)," kata Toyota.
Salah satunya adalah di pabrik Takaoka yang memproduksi kendaraan sport Harrier dan RAV4.
Dua lainnya berada di pabrik Toyota Industries Corporation yang juga memproduksi RAV4, termasuk versi hibrida plug-in.
Toyota baru-baru ini mengatakan berhenti menerima pesanan untuk model Harrier karena telah berjuang untuk memenuhi permintaan di tengah kekurangan semikonduktor.
Pembuat mobil berada di bawah pengawasan yang meningkat mengenai apakah perlu memangkas perkiraannya untuk menghasilkan rekor 9,7 juta kendaraan secara global pada tahun ini hingga Maret 2023.
Baca Juga: Rayu Bos-Bos Perusahaan Jepang untuk Investasi, Jokowi Tawarkan Peluang di IKN Nusantara
Berita Terkait
-
Toyota Harap Transisi ke Kendaraan Listrik Tak Picu Deindustrialisasi Sektor Otomotif
-
Jokowi Resmi Cabut Pembatasan Impor Makanan Jepang
-
Habisi Korea Selatan Tiga Gol Tanpa Balas, Jepang Juara Piala EAFF
-
Menhub Apresiasi Kolaborasi Mobil Listrik dari Toyota, Isuzu, Nissan, Fuso dan Mitsubishi
-
Rayu Bos-Bos Perusahaan Jepang untuk Investasi, Jokowi Tawarkan Peluang di IKN Nusantara
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
Bos BEI Incar Pasar Modal RI Masuk 10 Besar Bursa Dunia
-
ASN Digital 2026: Cara Login, Aktivasi MFA, dan Integrasi SIASIN e-Kinerja
-
Soroti Sanitasi di Aceh Tamiang Pascabencana, Kementerian PU Siapkan TPA Rantau
-
Menhub Ungkap Hari Ini Puncak Arus Balik Nataru
-
Purbaya Respons Konflik China-Taiwan, Ini Efeknya ke Ekonomi RI
-
Tarif Listrik Kuartal I 2026 Tak Naik, PLN Berikan Penjelasan
-
Dana Sisa Anggaran Himbara Ditarik Rp75 Triliun, Menkeu Mau Bagi-bagi ke Kementerian
-
Purbaya Curhat Kena Omel Gegara Coretax Banyak Eror, Akui Masih Rumit
-
Solusi Masalah e-Kinerja BKN 2026: Data Tidak Sinkron, Gagal Login, hingga SKP Guru
-
Purbaya Buka Peluang Tarik Pajak E-commerce 2026