Suara.com - PT PLN (Persero) dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (United States Agency for International Development/USAID) memperkuat kerja sama untuk mempercepat transformasi energi bersih dan berkelanjutan di Indonesia.
Komitmen ini tertuang dalam nota kesepahaman (MoU), yang ditandatangani oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dan Direktur USAID Indonesia, Jeff Cohen di Jakarta, Rabu (3/7/2022).
Dalam MoU ini disepakati kemitraan jangka panjang AS dan Indonesia untuk mempercepat transisi energi, agar lebih berkelanjutan melalui perluasan akses energi terbarukan dan modernisasi sistem. Adapun kemitraan merupakan bagian dari bantuan USAID kepada Indonesia, di bawah koordinasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Darmawan Prasodjo mengatakan, PLN memiliki cita-cita mencapai net zero emission pada 2060 untuk mendukung visi pemerintah dalam mengurangi emisi karbon. Menurutnya, peta jalan, tujuan dan strategi telah dibangun, tetapi pihaknya menyadari bahwa masih ada banyak tantangan.
"PLN termasuk di antara perusahaan penyedia jasa Asia ke-6, yang berkomitmen pada karbon netral. Kami telah mempersiapkan dengan sangat rinci roadmap dan strategi yang mencakup pengembangan energi terbarukan skala besar, penghentian pembangkit listrik tenaga batu bara, konversi diesel ke pembangkit listrik terbarukan, dan co-firing menggunakan biomassa," ujarnya.
Melalui MoU ini, USAID akan membantu Indonesia lebih lanjut dalam mengembangkan skenario dekarbonisasi di sektor kelistrikan, seperti tidak lagi mengoperasikan pembangkit listrik tenaga batu bara, dan mengidentifikasi insentif yang dapat meningkatkan investasi energi terbarukan untuk mencapai Indonesia Just Energy Transition Partnership (IJETP) di bawah kepemimpinan Amerika Serikat dan Jepang bersama mitra internasional lainnya.
Darmawan menjelaskan, keduanya telah berkolaborasi dalam teknis pengembangan EBT khususnya studi kelayakan, studi dampak, studi teknis, serta perhitungan harga perkiraan pemilik untuk beberapa proyek, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Dominanga, PLTMH Lau Gunung, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Toru Hilir, PLTA Asahan-5, PLTMH Lubu-3, serta PLTMH Sebelat.
“Kami mendukung komitmen pemerintah untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060 atau lebih awal. Saat ini, kami telah mengganti 1,1 GWh energi batu bara dengan energi terbarukan. Apakah itu cukup? Tidak. Kami berusaha mengurangi lagi sekitar 2,4 GWh yang saat ini prosesnya tengah berlangsung,” ujarnya.
Direktur USAID Indonesia, Jeff Cohen mengatakan, dalam memerangi perubahan iklim, transformasi energi bersih Indonesia sangat penting untuk memastikan masa depan bumi yang layak huni bagi semua orang.
Baca Juga: Indonesia Butuh Investasi Rp 28.233 Triliun untuk Capai Transisi Energi Bersih 2060
“USAID berkomitmen mendukung PLN dalam transisi energi Indonesia. MoU yang kita tandatangani ini akan membawa Indonesia lebih dekat untuk mewujudkan potensi energi penuhnya, sekaligus mengurangi ketergantungan pada batu bara dan meningkatkan EBT. Melalui kerja sama ini USAID dan PLN akan meluaskan akses untuk layanan energi yang andal dan terjangkau masyarakat,” ujarnya.
Di antara berbagai kegiatan yang dicanangkan dalam MoU, PLN dan USAID berencana untuk mempercepat penyebaran energi modern, meningkatkan pertukaran pengetahuan antara pakar energi bersih Indonesia dan Amerika, menyediakan keahlian teknis dan pengetahuan bagi para penyusun kebijakan yang berupaya menurunkan emisi gas rumah kaca dari sektor listrik di Indonesia.
“Kita akan mengakselerasi transisi energi di Indonesia dengan berbagai program kolaborasi antara pemerintah serta dunia internasional. Dalam perjuangan melawan perubahan iklim, transisi energi di Indonesia vital perannya untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi semua orang di bumi,” tutup Cohen.
Berita Terkait
-
PLN Siapkan Pasokan Listrik Berlapis untuk Sukseskan ASEAN Para Games XI di Solo
-
Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip, Dirut PLN Cek Langsung Kesiapan ASEAN Para Games XI
-
Moeldoko Jatuh Cinta dengan Kopi Pengalengan Milik UMKM Binaan PLN di PEVS 2022
-
Tiang PLN Dipasang Diduga Tanpa Bayar Sewa di Tanah Warga, Pas Diminta Pindah Malah Narik Biaya Puluhan Juta
-
Ramai-ramai Beralih ke Kompor Induksi, Warga dan UMKM di Bali Beberkan Keunggulannya
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Kepercayaan Investor Asing Hilang, Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Hari Ini
-
Rupiah Jeblok ke Rp 18.100, Purbaya Ungkap Nasib Utang Pemerintah dan Subsidi Energi
-
Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 123,8 Triliun di Mei 2026, Purbaya Klaim Manufaktur Mulai Kuat
-
Bea Keluar Batubara Belum Layak Dibahas Saat Ini
-
Jadwal Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat 2026
-
Satu Seperempat Abad Melayani Negeri, PT Pegadaian Konsisten Terdepan Melayani Masyarakat
-
Biaya Jualan di e-commerce Berubah Total? Ini Penjelasan PMSE yang Resmi Berlaku
-
Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina
-
AS Siapkan Tarif Baru 10 Persen, Mendag Optimis Ekspor Indonesia Meroket
-
Sah! RI Bakal Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia Lewat Lemigas Hingga Akhir 2026