Suara.com - Badan Pengawas Bursa Berjangka Komoditi (Bappebti) yang dinaungi Kementerian oleh Perdagangan resmi menetapkan daftar aset kripto yang diperdangangkan di pasar fisik aset kripto awal pekan ini.
Sayangnya, Token ASIX milik Anang Hermansyah tak masuk dalam daftar 383 aset kripto berizin yang tertuang dalam Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Perba) Nomor 11 Tahun 2022 tersebut. Alasannya token ASIX tak lolos penilaian.
Alasan Token ASIX tak masuk kripto berizin ini diungkapkan Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Pasar Bappebti Tirta Karma Senjaya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (15/8/2022).
Tirta menjelaskan token ASIX gagal dalam penilaian tahap Analytical Hierarchy Process (AHP). Namun, token ini tetap bisa diusulkan kembali dengan perbaikan skema di periode berikutnya. Beberapa token yang termuat dalam daftar antara lain Cindrum, Toko Token, PTU Token, dan Degree Crypto Token.
Selama proses penetapan kripto berizin ini sebenarnya ada 300-an lebih pemilik token mendaftarkan asetnya. Namun, setelah proses seleksi hanya 222 token yang dinyatakan memenuhi kriteria, sepuluh di antaranya berasal dari dalam negeri. Kendati begitu ASIX tidak termasuk salah satunya.
Kegagalan menempatkan diri dalam legalitas Bappebti ini mengulang keapesan suami penyanyi Ashanty ini seperti awal 2022 lalu saat token ASIX baru pertama diluncurkan. Saat itu, ASIX sempat dipermasalahkan oleh Bappebti.
Bappebti menilai token ASIX dilarang untuk diperdagangkan karena tidak termasuk dalam 229 aset kripto yang boleh diperdagangkan dalam transaksi aset kripto di Indonesia sesuai Peraturan Bappebti Nomor 7 tahun 2020.
Setelah pengumuman ini dirilis diketahui harga ASIX pun anjlok. Hingga pertengahan tahun, Anang Hermansayah bahkan terancam bakal dipolisikan oleh para pembeli token ASIX yang mengaku rugi besar. Mereka menuntut pertanggungjawaban dari sang pemilik.
Padahal pada awal peluncurannya, NFT ASIX Token sukses terjual habis dalam waktu kurang dari satu menit pada 27 Januari 2022 lalu di private sell. Token kripto milik Anang dan keluarga ini bekerja sama dengan MC Basyar. Token ini juga dibangun menggunakan teknologi Blockchain Binance, lebih tepatnya PancakeSwap.
Baca Juga: Perjuangkan Penyanyi Baru, Anang Hermansyah Siap Nyaleg 2024
Terkait perilisan token ASIX milik pipi Anang Hermansyah ini, para investor kripto pun menyambut hangat. Pasalnya, token milik Anang awalnya mengalami peningkatan harga hingga 25 kali lipat sebelum insiden akibat pengumuman Bappebti itu terjadi.
Namun, keadaan berbalik setelah token ASIX berada di level US$ 0,00000254. Adapun posisi harga ini bisa dibilang sudah mencapai killing zero (istilah harga aset kripto).
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Belum Dapat Lampu Hijau dari Keluarga Gen Halilintar, Hubungan ke Arah Serius Fuji dan Thariq Diragukan
-
Perjuangkan Penyanyi Baru, Ashanty Restui Anang Hermansyah Kembali Masuk Parlemen
-
Token ASIX Tak Lolos Seleksi Jadi Kripto Resmi di RI, 'Sad' Anang Hermansyah
-
Ashanty Restui Anang Hermansyah Kembali Masuk Parlemen
-
Perjuangkan Penyanyi Baru, Anang Hermansyah Siap Nyaleg 2024
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Petani Sawit Protes Badan Ekspor, Mirip Monopoli Cengkeh Era Soeharto
-
IHSG Anjlok Usai Kenaikan BI-Rate, Pengamat Ungkap Peluang Technical Rebound
-
Apa Itu Planogram? Viral Penataan Produk Kopdes Merah Putih Dikritik Tak Menarik
-
Menkeu Purbaya Pastikan Tidak Ada Pajak Baru Tahun 2027
-
Penerimaan Pajak Tembus Rp 646,3 T di April 2026, Purbaya Pamer Capaian Minus Era Sri Mulyani
-
Airlangga: Pengaturan Ekspor SDA Sudah Mendesak!
-
Anggaran MBG Dipangkas, Rupiah Kembali Menguat
-
Apa Itu Danantara Sumber Daya Indonesia? 'Senjata' Baru Prabowo Sikat Mafia
-
Hitung-hitungan Kasar Skema Baru Gojek: Angin Segar Buat Uang Belanja Istri Driver Ojol di Rumah
-
BI Rate Melonjak 5,25 Persen! Ekonomi RI Dipaksa Tarik Rem Darurat