Suara.com - Perjalanan panjang sistem jaminan sosial kesehatan yang diusung mulai Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDPK), Perum Husada Bhakti (PHB), PT. Askes (Persero) hingga BPJS Kesehatan menciptakan kepastian untuk mewujudkan cita-cita negara dalam mewujudkan penyelenggaraan jaminan kesehatan bagi seluruh penduduk Indonesia, tanpa terkecuali.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti menegaskan, negara telah hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang jaminan pembiayaan kesehatan, sejak era BPDPK hingga BPJS Kesehatan. Upaya tersebut tentu mengalami berbagai dinamika dan tantangan. Namun, dengan keinginan yang kuat dan didukung oleh upaya semua pihak, akhirnya hingga saat ini program jaminan kesehatan nasional telah berjalan dengan baik dan manfaat yang dihadirkan bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.
“Peran Menkes periode awal, Prof G.A. Siwabessy dalam menghadirkan jaminan kesehatan semesta, menjadi tonggak penting bagi terselenggaranya Jaminan Kesehatan Nasional. Meskipun terdapat tantangan dalam menciptakan sistem jaminan kesehatan semesta, dengan kegigihan dan tanggung jawab serta dukungan dari berbagai pihak, saat ini telah berhasil mewujudkan sistem jaminan kesehatan yang saat ini dikenal dengan Program JKN,” ungkap Ghufron pada kegiatan Launching Rumah Memorabilia dan Webinar Kiprah Prof. DR. G.A. Siwabessy Dalam Merintis Jaminan Kesehatan Semesta, Rabu (17/8/2022).
Dirinya mengatakan, upaya untuk menjawab dan memenuhi kebutuhan peserta dalam mengakses pelayanan kesehatan telah dilakukan dengan berbagai upaya. Berbagai pengembangan dan perbaikan juga terus dilakukan, baik dari sektor kepesertaan, pembiayaan hingga pelayanan di fasilitas kesehatan.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum BPJS Kesehatan, Andi Afdal menyebut, berdirinya Rumah Memorabilia juga sebagai etalase sejarah yang diharapkan dapat membangun awareness Duta BPJS Kesehatan dan masyarakat umum terhadap pentingnya penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional. Hal ini dilakukan sebagai upaya melestarikan dan mendokumentasikan sejarah perjuangan dalam melaksanakan program jaminan kesehatan dalam memberikan pembangunan kesehatan.
“Di usia BPJS Kesehatan yang sudah memasuki 54 tahun, telah banyak goresan sejarah yang dimulai dari era BPDPK hingga BPJS Kesehatan. Sudah saatnya kita merangkum sejarah tersebut dalam sebuah wadah yang tepat untuk generasi di masa yang akan datang. Harapannya, dengan hadirnya Rumah Memorabilia ini bisa mengenang perjuangan para pendahulu dan bisa meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air Indonesia,” tambah Afdal.
Sementara itu, putra G. A. Siwabessy, Barra Lasjkar Siwabessy mengatakan bahwa keteladanan yang ditunjukkan oleh G. A. Siwabessy dalam menghadirkan sistem jaminan sosial kesehatan tak terlepas dari sikap adaptasi terhadap tuntutan yang mutlak. Selain itu juga, dengan sikap disiplin yang tinggi dan bisa menerima peluang yang baru serta rasa ingin terus belajar, akhirnya G.A. Siwabessy sukses menghadirkan sistem jaminan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
Ia menambahkan, salah satu cikal bakal G.A. Siwabessy menghadirkan sistem jaminan kesehatan semesta di Indonesia adalah bahwa dirinya ingin masyarakat Indonesia mendapatkan jaminan kesehatan. Hal tersebut didapatkannya saat G.A. Siwabessy sedang melakukan studi di Inggris.
Sementara itu, Direktur Utama PT. Askes (Persero) periode 2008-2013, I Gede Subawa mengakui bahwa terdapat dinamika yang beragam sejak diimplementasikannya sistem jaminan kesehatan, salah satunya yaitu sistem pembiayaan yang berdampak kepada pelayanan di fasilitas kesehatan. Namun, dengan fokus terhadap pelayanan dan kepuasan terhadap peserta, pihaknya terus melakukan pengembangan secara professional dan diharapkan bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi peserta dan mitra kerja.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Mendengar 2022 Jaring Masukan tentang Pengelolaan JKN ke Depan
“Untuk itu, pada periode PT. Askes (Persero), kami terus berupaya untuk melakukan pendekatan dan meyakinkan pemerintah serta seluruh masyarakat Indonesia bahwa sistem jaminan kesehatan semesta layak untuk terus dijalankan dan bisa melanjutkan tongkat estafet dari tujuan mulia G.A. Siwabessy dalam memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia,” jelas Gede.
Di akhir kegiatan, dirinya mengapresiasi upaya yang dilakukan manajemen BPJS Kesehatan yang telah mendirikan Rumah Memorabilia Penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional dirangkaikan dengan momentum bersejarah peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-77. Dengan kehadirannya tersebut, dirinya berharap bisa memberikan pemahaman, mengenalkan sejarah dan bisa menjadi bahan pembelajaran bagi seluruh Duta BPJS Kesehatan dan masyarakat umum terhadap perjalanan sistem jaminan sosial kesehatan.
Pada kesempatan tersebut, turut hadir pula Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Abdul Kadir. Dirinya menegaskan bahwa kehadiran Rumah Memorabilia adalah bagian dari upaya agar seluruh Duta BPJS Kesehatan dan masyarakat dapat senantiasa memupuk jiwa nasionalisme dan cinta tanah air.
Berita Terkait
-
Promosikan Pola Hidup Sehat, BPJS Kesehatan Gelar Turnamen Tenis
-
CEK FAKTA: Benarkah BPJS Kesehatan Bagikan Dana Bantuan Senilai Rp 50 Juta kepada Masyarakat Melalui Pesan WhatsApp?
-
Kebijakan BPJS Kesehatan Makan Korban Jiwa, Anak Buruh di Cianjur Meninggal Akibat Gizi Buruk
-
Bocah 7 Tahun di Cianjur Meninggal Akibat Gizi Buruk, Dinkes Heran Orang Tua Tak Punya BPJS Kesehatan
-
Anak Buruh di Cianjur Meninggal karena Gizi Buruk, Dinkes Soroti Orang Tua Korban yang Tak Punya BPJS Kesehatan
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
Terkini
-
Santunan Korban Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Harus Dipercepat dan Dipermudah
-
Bos KAI Ternyata Sering Dipanggil Prabowo, Bahas Apa?
-
Buntut Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, MTI Desak KNKT Bongkar Keandalan Taksi Listrik VinFast
-
Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik
-
Setelah Ada Kecelakaan KRL, BP BUMN Baru Evaluasi KAI Secara Menyeluruh
-
Tren Investasi Emas Digital Semakin Diminati di Indonesia
-
Perbedaan RDPU dan RDPT, Mana yang Lebih Cuan untuk Investor Pemula?
-
Pemerintah Evaluasi Izin Taksi Green SM Buntut Kecelakaan KA di Bekasi Timur
-
Harta Pemilik Taksi Green SM 13 Kali Lipat Kekayaan Presiden Prabowo
-
Mensos Siapkan Bantuan untuk Keluarga Korban Kecelakaan Kereta