Suara.com - Isu mengenai kenaikan harga pertalite menjadi perbincangan hangat publik. Publik pun bertanya-tanya, kapan pertalite naik? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak ulasannya dalam artikel ini.
Sebelumnya dikabarkan bahwa Pemerintah melalui Pertamina berencana akan mengumumkan perihal kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) bersubsidi.
Adapun kabar yang beredar menyebutkan, Pertalite akan mengalami kenaikan Rp2.350/liter sehingga harganya menjadi Rp10.000/liter. Saat ini harga Pertalite Rp 7.650 sesuai yang ditentukan pemerintah.
Mengenai kabar yang beredar tersebut, pihak Pertamina yang diwakilkan oleh Patra Niaga Irto Ginting selaku Corporate Secretary Pertamina menyampaikan, mengenai naiknya harga BBM subsidi ini adalah wewenang pemerintah.
"Penentuan harga merupakan kewenangan pemerintah. Sementara kami masih menunggu arahan dari pemerintah," tuturnya.
Kapan Pertalite Naik?
Kabar mengenai kenaikan harga BBM subsidi ini beredar usai Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menko Kemaritiman dan Investasi mengatakan bahwa kemungkinan besar Presiden Jokowi akan mengumumkan harga BBM subsidi naik.
Luhut menambahkan bahwa kenaikan harga BBM subsidi pertalite dan solar akan naik pada pekan depan. Ia meminta agar masyarakat bersiap-siap jika pemerintah meresmikan kenaikan harga BBM subsidi.
Luhut juga menyebutkan bahwa subsidi BBM yang telah mencapai Rp502 triliun ini membebani APBN.
Baca Juga: Wapres Ma'ruf: Soal Harga BBM Pertalite Masih Digodok Naik Atau Tidak
"Mungkin minggu depan presiden akan mengumumkan mengenai apa dan bagaimana kenaikan harga ini. Jadi presiden sudah mengindikasikan tidak mungkin kita pertahankan demikian karena harga BBM kita termurah sekawasan dan itu beban untuk APBN," tutur Luhut.
Luhut juga menyampaikan, subsidi BBM saat ini tidak tepat sasaran. Hal ini berdampak pada anggaran subsidi dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2022 mengalami pembengkakan.
Dalam Rancangan APBN tahun 2023 juga disebutkan bahwa pemerintah sudah mendistribusikan anggaran subsidi energi yang sedikit lebih rendah yaitu Rp 210,7 triliun. Itu artinya, distribusi anggaran subsidi energi yang sedikit lebih rendah membuat pemerintah mengurangi distribusi volume BBM subsidi atau pilihan lainnya menaikan harga BBM.
Menurut Luhut, Presiden Jokowi telah memerintahkan para menteri untuk memberikan bantalan sosial. Hal tersebut bertujuan agar daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama bagi masyarakat kurang mampu ketika pemerintah meresmikan kebijakan mengenai kenaikan harga BBM subsidi.
Demikian informasi mengenai kapan harga BBM naik yang mencuri perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat publik beberapa waktu belakangan ini. Apakah kamu setuju harga BBM subsidi naik?
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Tarif Listrik Tidak Naik Hingga Maret 2026
-
8,23 Juta Penumpang Pesawat Wara-wiri di Bandara Selama Awal Nataru
-
Perhatian! Tarif Listrik Januari-Maret 2026 Tak Naik
-
Bea Keluar Batu Bara Belum Berlaku 1 Januari 2026, Ini Bocoran Purbaya
-
Tak Hanya Huntara, Bos Danantara Jamin Bakal Bangun Hunian Permanen Buat Korban Banjir
-
Purbaya Kesal UU Cipta Kerja Untungkan Pengusaha Batu Bara Tapi Rugikan Negara
-
Pembangunan 600 Huntara di Aceh Tamiah Rampung, Bisa Dihuni Korban Banjir
-
Diizinkan DPR, Purbaya Bakal Cawe-cawe Pantau Anggaran Kementerian-Lembaga 2026
-
Prediksi Harga Bitcoin dan Ethereum Tahun 2026 Menurut AI
-
Libur Nataru 2025/2026, Jumlah Penumpang Angkutan Umum Naik 6,57 Persen