Suara.com - Perusahaan rintisan (start-up) solusi e-commerce Enablr resmi meluncurkan echogroup.id, sebuah marketplace berbasis website yang memudahkan UMKM berjualan secara kolektif kepada konsumen dengan harga bersaing.
Founder dan CEO Enablr Yohan Christian mengatakan, pengalaman berbelanja yang dihadirkan Echo menganut prinsip social commerce di mana konsumen bisa berbelanja bersama-sama dengan relasi, kerabat atau keluarga terdekat untuk mendapatkan banyak manfaat, seperti diskon menarik dan tentunya harga yang jauh lebih murah.
"Dilihat dari kultur masyarakat Indonesia yang suka melakukan kegiatan secara bersama-sama, maka kita menciptakan ekosistem berbelanja seperti di Echo. Solusi belanja online secara kolektif yang dapat memberikan banyak keuntungan menarik, baik bagi penjual dan konsumen," ujar Yohan.
Ia menjelaskan, marketplace tersebut merupakan jawaban atas tantangan yang dihadapi para pebisnis UMKM dalam melakukan adaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang kian dinamis.
Menurutnya, situasi pandemi ditambah lagi dengan perkembangan teknologi membuat cara berbelanja konsumen dan pola konsumsi itu semakin berkembang.
"Dengan perubahan ini pun kita melihat bahwa para pebisnis juga perlu semakin strategis dan kreatif untuk menentukan di mana akan menjual barang dagangannya dan seperti apa pemasaran yang akan dijalankan. Atas dasar itulah kita melihat jikalau konsep community buying ini memiliki potensi keberhasilan yang amat tinggi jika diterapkan di pasar Indonesia," kata Yohan.
Mengenai potensi jangkauan bisnis, Yohan juga melihat Echo mampu menjangkau konsumen di kota-kota kecil. Terkait dengan kultur kolektif, menurut Yohan animonya masih lebih kental di daerah-daerah sub-urban.
"Hal ini juga menguntungkan bagi kedua belah pihak, baik dari segi konsumen maupun juga supplier atau pebisnis. Konsumen bisa belanja bareng-bareng, mungkin bisa ajak teman, tetangga, bahkan komunitasnya untuk belanja bareng supaya dapat harga murah dalam kuantitas besar, sementara untuk para pebisnis juga bisa menjangkau market di daerah tersebut tanpa effort yang terlalu besar," ujar Yohan.
Co-founder Enablr Sandi Wijono juga menambahkan, kehadiran Echo ditujukan untuk membangun ekosistem di mana para pelaku UMKM dan bisnis lainnya mampu memiliki daya saing dan mengubah model bisnis ritel yang saat ini tergolong supply-driven menjadi demand-driven.
Baca Juga: Ada Rumah Belajar Batik di Tasikmalaya
Echo juga diharapkan mampu membawa dampak positif bagi para pebisnis untuk memproduksi barang dengan nilai ekonomi yang kompetitif dan berdampak positif bagi para pembeli.
"Dengan hadirnya Echo, kita melihat bahwa platform ini dapat menjadi wadah dan penggerak bagi para pelaku bisnis, khususnya UMKM, untuk dapat melakukan inovasi produk yang berkontribusi bagi nilai ekonomi dan mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan atau bahkan pabrik-pabrik besar," kata Yohan.
Kehadiran Echo bagi para pelaku bisnis selaras dengan tren yang positif di industri ekonomi digital. Laporan terbaru e-Conomy SEA 2021 yang dikeluarkan Google, Bain & Company menyebut bahwa nilai ekonomi digital Indonesia melesat 49 persen (yoy) menjadi 70 miliar dolar AS pada 2021. Bahkan, ekonomi digital Indonesia diprediksi bisa menyentuh 146 miliar dolar AS pada 2025 mendatang.
Berita Terkait
-
Bantu UMKM Naik Kelas, Jawara Sandi Berikan 17 Booth Gerobak Gratis di Bekasi
-
Pemkot Bukittinggi Siapkan Cagar Budaya Bekas Lapas Jadi Sentra UMKM
-
Pelaku UMKM di Papua Diminta Dongkrak Pendapatan Lewat Pemasaran Digital
-
Lanjutkan Program MicroMentor Indonesia,KemenkopUKM Dorong UMKM Naik Kelas
-
Ada Rumah Belajar Batik di Tasikmalaya
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123