Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan diselenggarakan pada tahun 2022 ini. Hal ini kata Basuki karena pihaknya akan menandatangani beberapa paket konstruksi dan software pembangunan IKN pada Senin (28/8/2022).
Menurut dia, setidaknya terdapat lima paket konstruksi pembangunan IKN bakal diteken pada minggu depan.
"Dari 20 paket pengerjaan konstruksi dan sekitar 30 paket pekerjaan software hari Senin besok akan ada penandatanganan kontrak untuk 5 kegiatan konstruksi dan beberapa kontrak untuk software jadi mulai hari Senin besok sudah mulai," ujar Basuki dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (25/8/2022).
Ia melanjutkan, penandatangan kontrak tidak hanya berhenti sampai disitu saja. Basuki menyebut, penandatangan kontrak akan terus dilakukan secara berturut-turut.
"Kemudian tanggal 5 September berturut-turut, sehingga Tahun 2022 ini segerakan kita mulai pembangunan di IKN," ucap dia.
Basuki menambahkan masuknya fase penandatanganan kontrak tersebut setelah pihaknya melakukan revisi anggaran pembangunan IKN.
Sebelumnya, Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Bambang Susantono membeberkan hasil rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta jajarannya untuk membahas terkait perkembangan pembangunan IKN. Bambang menjelaskan satu persatu pembahasan yang diperbincangkan dalam ratas di Kantor Presiden, Jakarta pada Selasa (23/8/2022).
Pertama, dalam ratas itu, Jokowi beserta jajarannya melihat sejauh mana perkembangan dari pembangunan IKN. Menurut Bambang, pembangunan IKN masih sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
"Over all progress on track ya, masih sesuai jadwal," kata Bambang di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa.
Baca Juga: Berminat Jadi Investor di IKN, Jokowi Arahkan Jajarannya Tindak Lanjuti Investasi LG
Kemudian, dalam ratas juga dibahas perihal adanya peluang investasi di IKN untuk berbagai macam investor dari skala kecil maupun besar. UMKM juga diperkenakan untuk berpartisipasi pada pembangunan IKN.
Dengan demikian, Bambang menyebut jika pada 2024 nanti, IKN tak hanya berupa bangunan-bangunan serta topografi yang bagus saja. Namun, pemerintah juga berupaya untuk menghidupkan IKN Nusantara dengan banyak kegiatan masyarakat.
Berita Terkait
-
Pembangunan IKN Nusantara, Lokasi Mabes TNI AD Langsung Ditinjau
-
Berminat Jadi Investor di IKN, Jokowi Arahkan Jajarannya Tindak Lanjuti Investasi LG
-
Geliat Bisnis UMKM dan Perhotelan di Kaltim Semakin Terasa Seiring Dimulainya Pembangunan IKN Nusantara
-
Pembangunan IKN Nusantara Dimulai, Geliat Bisnis UMKM dan Perhotelan di Kaltim Semakin Terasa
-
Kabari Baik! Akses Logistik ke Pelabuhan IKN Nusantara Telah Dibangun, Oktober Rampung
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Tangani Dampak Longsor dan Banjir, Kementerian PU Pastikan Akses Jalan di Sumut Segera Pulih
-
Konsumsi Pertamax Melonjak 20 Persen Sepanjang 2025, BBM Ramah Lingkungan Makin Diminati
-
Rem Darurat Pinjol! OJK Batasi Utang Maksimal 30% Gaji Mulai 2026
-
Aset Pengguna Tokocrypto Tembus Rp5,8 Triliun, Diaudit Teknologi Canggih!
-
Harga Pangan Nasional Terus Melandai, Cabai hingga Bawang Merah Kompak Turun
-
BRI Peduli Berdayakan Penyandang Disabilitas Lewat Pelatihan dan Pemagangan Strategis
-
Harga Minyak Melandai: Antara Krisis Iran dan Ekspor Baru Venezuela
-
Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Aturan Asuransi Kesehatan Dibuat, OJK Tetapkan Aturan Co-Payment Jadi 5 Persen
-
Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS