Suara.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menggenjot transformasi energi di wilayah Jateng. Ganjar pun mengisiasi penggunaan gas rawa pengganti gas LPG 3 kg dan mobil listrik.
Ganjar menjelaskan, pihaknya melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) provinsi Jateng terus menggali energi Biogenic Shallow Gas (BSG) atau gas rawa di sejumlah tempat. Salah satunya Kabupaten Karanganyar.
"Ini untuk ke sekian kalinya kita mencari sumber-sumber gas rawa yang ada untuk kita distribusi kan kepada masyarakat," kata Ganjar di Desa Krendowahono, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jateng.
Lebih lanjut, Ganjar menyebut instalasi gas rawa nantinya akan dilakukan oleh dinas ESDM dan banyak partisipan. Ganjar mengatakan, masyarakat ke depan bisa memanfaatkan energi terbarukan dari gas rawa secara gratis.
"Arahannya gratis. Sebenarnya yang dibutuhkan merawat ya. Sebenarnya iuran perawatan saja, kalau umpama setiap desanya membuat Perdes, Bumdes, nanti tinggal sepakat saja," tuturnya.
"Ini bagian dari ikhtiar kita bagaimana kemandirian energi itu coba kita galang dengan kekuatan sumber daya di masing-masing lokal yang ada," sambung Ganjar.
Dalam kesempatan itu, Ganjar memberikan bantuan perpipaan gas rawa kepada warga Desa Krendowahono senilai Rp 199,4 juta. Perpipaan tersebut nantinya digunakan untuk menyalurkan energi dari gas rawa ke rumah-rumah warga.
Selain itu, Ganjar juga merilis satu unit mobil listrik merk Hyundai type IONIQ 5 dengan baterai lithium ion berkapasitas 58 kWh. Mobil tersebut mampu menempuh jarak 450 km saat terisi penuh.
Ganjar menjelaskan, mobil ini akan mulai digunakan oleh berbagai dinas yang ada di Jateng. Sebagai tahap awal, Ganjar menyebut pihaknya sudah menyiapkan dan akan menggandeng lebih banyak pabrik untuk memproduksi mobil listrik.
"Kita punya nickel, kita punya smelter, kita sudah siapkan pabriknya. Kalau ekosistem ini terjadi, maka Indonesia menuju sistem transformasi hijaunya berjalan. Nah ini butuh kebijakan nanti untuk menstimulus," tuturnya.
Selain itu, Ganjar mengatakan pihaknya juga akan menyiapkan aturan terkait insentif pajak mobil listrik. Ganjar juga akan mengurus simulasi perbankan yang diterapkan untuk pembelian mobil ini.
"Bagaimana nanti insentif pajak, terus kemudian perbankan juga bagaimana model listriknya. Pemerintah juga tidak harus beli kok, kita bisa leassing juga," tuturnya.
Ganjar berharap, transformasi energi hijau bisa berjalan cepat dan memberikan manfaat kepada masyarakat luas. Menurut Ganjar, ke depan masyarakat harus menggunakan energi ramah lingkungan dan murah ini.
"Kita sudah mulai, beberapa sudah ada, pabrikannya sudah ada. Kemarin juga alat transportasi kita seperti ojol (motor listrik), pabriknya di Semarang, sudah dibeli 6.000 dan digunakan di Jakarta," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Purbaya Klaim Indonesia Masih Mampu Bayar Utang Meski Rating Moody's Negatif
-
Pemerintah Rem Produksi Batu Bara, DMO Dipastikan Naik Kisaran 30%
-
LPEM UI 'Senggol' Kualitas Ekonomi RI 2025: Tumbuh Kencang tapi Rapuh!
-
Program Magang Khusus AI dan B2B Solutions dari Telkom untuk Mahasiswa
-
Purbaya Mau Ambil PNM, Bos Danantara: Hanya Omon-omon
-
Bos Danantara Anggap Turunnya Peringkat Moody's Bukan Ancaman, Tapi Pengingat
-
Purbaya Tetap Dampingi Anak Buah usai OTT KPK: Nanti Orang Kemenkeu Tak Mau Kerja
-
Pegadaian Pastikan Likuiditas Emas Aman Lewat Gadai dan Buyback
-
Membedah Ketimpangan Warga RI: Jurang Kaya-Miskin Diklaim Menyempit
-
Tekanan Jual Masih Hantui IHSG di Sesi I, 702 Saham Kebakaran