Suara.com - Dukung pelestarian budaya sekaligus meningkatkan edukasi dan literasi dalam menggugah kesadaran masyarakat untuk senantiasa peduli terhadap lingkungan, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bekerjasama dengan Yayasan Puri Kauhan Ubud menggelar pentas tari Nyapuh Tirah Campuhan, dalam rangkaian program pemuliaan air bertajuk Sastra Saraswati Sewana di sepanjang sungai Oos Ubud Bali.
Pentas yang disutradarai Ida Ayu Wayan Arya Satyani dengan dramaturgi Garin Nugroho ini, mengambil inspirasi dari cerita rakyat yang hidup di masyarakat Ubud. Bercerita tentang Tirah, seorang gadis kecil yang hilang di sungai. Nyapuh Tirah Campuhan memberi pesan kepada masyarakat, agar tidak merusak dan mengotori sungai, tidak membuang kotoran, sampah maupun limbah ke sungai karena diyakini akan mendatangkan bencana.
"Dukungan Pupuk Kaltim pada kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi perusahaan terhadap seni dan budaya Indonesia, sekaligus upaya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk senantiasa peduli terhadap lingkungan agar tetap lestari, yang dikemas melalui kesenian dan pentas tari secara apik," ujar Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi.
Kegiatan ini salah satu langkah aktif Pupuk Kaltim mendukung kemajuan seni dan budaya, sebagai salah satu kekayaan serta ciri khas bangsa Indonesia. Menurut dia, Pupuk Kaltim sebagai perusahaan yang mengakar di masyarakat, berkomitmen memberikan ruang bagi pelaku seni dan budaya untuk terus memajukan khasanah nusantara sebagai warisan bagi generasi mendatang.
"Seni dan budaya Indonesia wajib untuk dipertahankan, sehingga kedepan dapat terus eksis sebagai identitas bangsa yang lahir dari keberagaman dalam kesatuan bhineka tunggal ika," lanjut Rahmad.
Selain itu, Pupuk Kaltim juga menaruh perhatian khusus terhadap pelestarian alam dan lingkungan, sebagai salah satu komitmen perusahaan mengimplementasikan prinsip industri hijau berbasis Environment, Social and Governance (ESG) secara berkesinambungan. Melalui kegiatan ini, diharap makin banyak generasi muda yang terlibat dalam aksi penyelamatan lingkungan, khususnya konservasi air secara terintegrasi dari hulu ke hilir.
"Hal ini pun sejalan dengan upaya pemerintah dalam menyambut G20 tahun 2022, sebagai momentum Indonesia untuk mengajak negara-negara dunia meningkatkan aksi ekologi dalam mengatasi climate change melalui berbagai upaya," tambah Rahmad.
Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud Ari Dwipayana, mengungkapkan melalui pentas seni ini pihaknya ingin menampilkan karya terbaik, dengan inspirasi yang diambil dari nilai-nilai luhur masyarakat dan budaya Bali. Pentas seni ini juga diharap dapat membangun gerakan kesadaran untuk menjaga, melaksanakan konservasi dan memuliakan air sebagai pintu masuk untuk melihat dan mewaspadai ancaman climate change.
"Yayasan Puri Kauhan Ubud mengambil inisiatif melakukan edukasi, literasi dan advokasi melalui gerakan kesadaran untuk menjaga dan memulikan air dengan tajuk Toya Uriping Bhuwana, Usadhaning Sangaskara. Konservasi air harus terintegrasi dari hulu sampai hilir, sebagaimana muncul dalam konsep Segara-Wukir atau Segara-Gunung," jelas Ari.
Baca Juga: Realisasi Zakat Capai Rp 2,4 Miliar, UPZ Pupuk Kaltim Sasar 1.300 Mustahiq Selama Semester 1 2022
Pria yang juga Koordinator Staf Khusus Presiden RI ini mengatakan, Nyapuh Tirah Campuhan merupakan rangkaian kegiatan pemuliaan air di sepanjang sungai Oos, termasuk di Campuhan sebagai titik temu dua sungai Oos. Selama rangkaian kegiatan, pihaknya telah melakukan penanaman pohon di desa-desa sepanjang DAS Oos, inventarisasi dan seminar pelestarian dan pengembangan cagar budaya, mareresik petirtan dan sumber-sumber mata air.
"Termasuk pelatihan desa wisata dan pengelolaan sampah, upacara bendera di Campuhan dan parade seni, pameran seni rupa, lomba lukis anak-anak dan artalk, serta pelatihan pemanfaatan tanaman obat," tambah Ari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
6 Proyek Hilirisasi Mineral Hingga Peternakan Siap Jalan di 2026
-
Pemerintah Ungkap Biang Kerok Guyuran Dana Investor Asing Anjlok di 2025
-
Pemerintah-BUMN Mulai Manfaatkan Kawasan Hutan untuk Ketahanan Pangan dan Energi
-
Setelah Haji, Pos Indonesia Mulai Layani Pengiriman Barang Jamaah Umrah dan PMI
-
Penguatan Infrastruktur Teknologi Himbara Jadi Fokus Danantara di 2026
-
Ekonom Nilai Konsumsi Masyarakat Masih Solid di 2025, Begini Datanya
-
Danantara Akan Reformasi BUMN-BUMN Besar di 2026
-
Peringkat CDP Naik, Chandra Asri (TPIA) Kian Dilirik Investor ESG
-
Pertamina NRE Gandeng Raksasa Energi China Garap Proyek Listrik dari Sampah
-
LPCK Mulai Garap Hunian Murah di Kawasan Lippo Cikarang Cosmopolis