- Menjelang akhir tahun realisasi penyaluran KUR sudah menembus Rp240 triliun.
- Dana jumbo ini telah mengalir ke lebih dari 4,07 juta pelaku UMKM.
- Sementara tingkat kredit bermasalah (NPL) yang sangat terjaga di level 2,18%.
Suara.com - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali menunjukkan taringnya sebagai instrumen vital penggerak ekonomi. Hingga menjelang akhir tahun 2025, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp240,09 triliun, sukses menembus 83,77% dari target tahunan.
Dana jumbo ini telah mengalir ke lebih dari 4,07 juta pelaku UMKM dengan tingkat kredit bermasalah (NPL) yang sangat terjaga di level 2,18%.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kinerja KUR tahun ini bukan sekadar angka penyaluran, tetapi bukti nyata keberhasilan program.
"Debitur graduasi yang naik kelas bahkan mencapai 1,17 juta debitur. Ini membuktikan KUR tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tapi benar-benar mendorong usaha produktif untuk tumbuh dan naik kelas," ungkap Menko Airlangga.
Melihat efektivitas ini, Pemerintah memutuskan untuk melakukan revolusi kebijakan KUR yang lebih agresif di tahun 2026 dengan target penyaluran sebesar Rp295 triliun, selain itu porsi penyaluran ke sektor produksi, yang saat ini sudah melampaui target (60,7%), akan ditingkatkan minimal menjadi 65%.
Tak hanya itu suku bunga/marjin KUR ditetapkan 6% flat per tahun untuk seluruh pelaku usaha sektor produktif dan pemerintah menghapus batasan frekuensi akses KUR bagi sektor produktif.
Kebijakan ini diperluas dari sebelumnya hanya berlaku di sektor 4P (Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Perikanan) menjadi mencakup industri pengolahan, konstruksi, dan manufaktur.
"Dengan tanpa pembatasan frekuensi akses pembiayaan murah ini, tidak ada alasan lagi bagi UMKM Indonesia untuk tidak naik kelas dan bersaing," tegas Menko Airlangga.
Tak hanya itu, Pemerintah merambah ke sektor ekonomi kreatif dengan memperkenalkan skema KUR berbasis Kekayaan Intelektual (KI). Pada tahun 2026, penyaluran KUR berbasis KI ditargetkan mencapai Rp10 triliun, memungkinkan aset tak berwujud seperti merek dan hak cipta digunakan sebagai agunan tambahan.
Baca Juga: Perkuat Tulang Punggung Ekonomi, BRI Salurkan KUR untuk UMKM
Secara makro, Pemerintah memproyeksikan penyaluran KUR hingga akhir 2025 mampu mendorong penyerapan sekitar 20 juta tenaga kerja, menegaskan bahwa setiap satu debitur KUR berpotensi menopang rata-rata empat tenaga kerja.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia
-
Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?
-
Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah
-
Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank
-
Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak
-
Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia
-
MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO
-
Emiten BCIC Sulap Tabungan Nasabah Jadi Aksi Konservasi Mangrove dan Laut
-
Tak Cuma Pembangkit, Transmisi Disebut Kunci Cegah Blackout Sumatra
-
Dua Kali Purbaya Kebobolan Soal APBN, Sapi Kurban Prabowo dan Motor Listrik MBG