4. Tujuan Peluncuran QRIS Antarnegara
Peluncuran QRIS Antarnegara dan KKP Domestik merupakan bagian dari komitmen pemerintah dan BI untuk mengakselerasi ekonomi dan keuangan digital nasional serta penguatan kerja sama internasional. Khususnya di ASEAN sejalan dengan keketuan Indonesia di dalam G20.
Melansir laman resmi BI, QRIS sendiri merupakan penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) dengan menggunakan QR Code.
QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Semua PJSP yang akan menggunakan QR Code Pembayaran wajib menerapkan QRIS.
Sejak diluncurkan pada Agustus 2019 hingga saat ini sebanyak lebih dari 20 juta merchant sudah menggunakan QRIS, dan 90 persen di antaranya adalah usaha mikro, kecil, dan menengah.
5. Daftar Negara Bisa Belanja Pakai QRIS
QRIS sudah bisa dipakai untuk transaksi berbelanja di beberapa negara ASEAN, seperti Thailand, Singapura, Malaysia, hingga Filipina.
Di Thailand sendiri, QRIS sudah bisa digunakan untuk berbagai transaksi, mulai dari pariwisata hingga perdagangan UMKM.
Dengan begitu, transaksi masyarakat di Thailand tidak perlu menggunakan uang atau valuta asing, tetapi hanya memindai/scan barcode.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Kartu Kredit Pemerintah, Siapa Saja yang Bisa Pakai?
Lalu, QRIS untuk Malaysia sudah dilakukan uji coba sejak Januari lalu. Ini diketahui terjadi berkat kerja sama BI dengan bank sentral Malaysia (Bank Negara Malaysia/ BNM).
Program tersebut nantinya akan diperluas agar memungkinkan pengiriman uang antarnegara secara real-time antara Indonesia dan Malaysia.
Mengutip laman BI, QRIS Antarnegara di Singapura ditargetkan akan diluncurkan pada paruh kedua 2023. Sementara di Filipina baru dikonfirmasi akan ikut tergabung.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Mengenal Apa Itu Kartu Kredit Pemerintah, Siapa Saja yang Bisa Pakai?
-
BI Luncurkan Kartu Kredit Pemerintah Domestik, Apa Fungsinya?
-
Interkoneksi QRIS Antarnegara, Jokowi: Memudahkan Dunia Pariwisata dan UMKM
-
3 Bantuan Sosial yang Diberikan Pemerintah Jelang Kenaikan Harga BBM Subsidi
-
Singapura dan Malaysia Siap Susul Thailand Gunakan QRIS, Jokowi: Memudahkan UMKM
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan
-
Volume Bongkar Muat IPC TPK Tumbuh Tipis 0,9% di Kuartal I-2026
-
CMNP Optimistis Menang Gugatan Rp 119 T Lawan Hary Tanoe, Incar Aset di Beverly Hills
-
Indonesia Cari Pasokan Energi Baru, Bahlil Temui Menteri Energi Rusia
-
Strategi Cegah Stunting Jasindo, dari Sawah ke Meja Makan
-
Harga Minyak Turun Makin Dalam, Kabar Gencatan Senjata AS-Iran Menguat
-
Konflik Timur Tengah Mereda? Harga Minyak Langsung Terkoreksi
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 T, Pemegang Saham Terima Rp346 per Saham
-
Babak Baru Diplomasi AS-Iran, Trump Ingin Ada Kesepakatan Cepat Akhiri Perang Iran
-
Rupiah Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Dolar AS, Cek Harga Kurs Hari Ini