Suara.com - Ratusan nelayan yang tergabung dalam Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) ngalap berkah dengan bagi-bagi ikan di kawasan Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan. Mereka mendatangi rumah-rumah warga dan memberikan ikan laut berbagai ukuran. Mulai dari yang kecil, sedang hingga ukuran jumbo.
Total ada 1 ton ikan yang dibagikan langsung ke masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) SNNU 2022 di Hotel Bidakara, Jakarta, 2-3 September 2022.
Ketua Umum SNNU Witjaksono bersama ratusan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia ikut dalam aksi bagi-bagi ikan secara gratis itu. Witjaksono mengatakan, kegiatan bagi-bagi ikan itu sekaligus mensosialisasikan program pemerintah untuk gemar makan ikan.
”Kami juga mau bilang bahwa produk hasil ikan dari masyarakat nelayan kita itu hasilnya bagus-bagus,” kata Mas Witjak, sapaan Witjaksono.
Witjak menyebut satu ton ikan yang dibagikan kepada masyarakat itu merupakan hasil tangkapan masyarakat pesisir dan nelayan di bawah naungan SNNU. Saat ini, badan otonom PBNU yang baru berusia sekitar dua tahun tersebut tersebar di 28 provinsi dan 350 kabupaten di seluruh Indonesia.
”SNNU ingin mempersingkat jalur distribusi produk perikanan yang dihasilkan nelayan agar bisa langsung sampai ke end user,” paparnya.
Ketua Rt 1/Rw 1, Kelurahan Menteng Dalam, Tebet, Sulaiman menuturkan bagi-bagi ikan gratis itu membuat masyarakat yang tinggal di lingkungannya merasa terbantu. Selama ini, kata dia, mayoritas masyarakat cukup kesulitan mendapatkan ikan berkualitas dengan harga terjangkau.
”Mudah-mudahan dengan adanya SNNU ini, harga ikan yang mahal di pasar itu bisa menjadi lebih murah,” ungkapnya.
Ketua Steering Committee (SC) Rapat Kerja Nasional (Rakernas) SNNU Jadug Trimulyo Ainul Amri menambahkan bagi-bagi 1 ton ikan itu merupakan ngalap berkah nelayan NU sekaligus wujud syukur atas terselenggaranya rakernas SNNU yang pertama tahun ini. Dia berharap, ke depan nelayan dan masyarakat pesisir di seluruh Indonesia dapat terus meningkatkan produktivitas ekonomi di sektor kelautan.
Baca Juga: Badung Terus Benahi Samigita Termasuk Penataan Muara Sungai
”Kami berkomitmen untuk memperkuatan peradaban maritim serta menopang ketahanan pangan demi mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” terangnya.
Potensi ekonomi kreatif di sektor maritim menjadi perhatian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. Saat mengisi orasi ilmiah dalam Rakernas SNNU di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (2/9), dia berharap ada percepatan pemulihan dan produktivitas ekonomi kreatif di daerah pesisir.
Sandiaga juga berharap nelayan bisa berkolaborasi dengan program pemerintah yang saat ini tengah getol mengembangkan potensi pariwisata air tersebut.
”Nelayan harus dirangkul dan difasilitasi untuk menjadi penggerak utama pemulihan ekonomi dan peningkatan produktivitas masyarakat pesisir,” kata Sandi saat berorasi di depan ribuan pengurus SNNU.
Menurut Sandi, nelayan adalah subjek utama dalam pemulihan dan peningkatan produktivitas ekonomi kreatif di daerah pesisir. Karena itu, berkolaborasi dengan pengurus-pengurus wilayah SNNU penting dilakukan untuk menyukseskan program-program Kemenparekraf.
”Dimana tentunya (pengurus wilayah SNNU) memiliki karakteristik dan potensi berbeda di masing-masing wilayahnya,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga
-
Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
-
ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi