Suara Denpasar - Untuk meningkatkan potensi pariwisata dan sarana penunjangnya. Badung sebagai kabupaten dengan penghasilan terbesar dari sektor pariwisata terus melakukan pembenahan infrastruktur dan fasilitas publik guna memberi rasa nyaman dan aman kepada wisatawan.
Selain melakukan penataan di PantaibSeminyak, Legian dan Kuta (Samigita) serta di area Pantai Batu Belig hingga Pantai Berawa. Tahun ini, sesuai dengan masterplan dan hal ini akan berlanjut untuk kawasan Batu Belig - Berawa.
"Sesuai rencana kerja, di Kawasan Samigita sedang berlangsung penataan yang diantaranya membangun fasilitas publik. Seperti jalan setapak (Walkway), Ppemasangan lampu penerangan, areal parkir, taman bermain, toilet, balawista dan gedung Tsunami Shelter," papar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Badung Ir. Ida Bagus Surya Suamba, ST., MT kepada Suara Denpasar, Senin (5/9/2022).
Program penataan akan berlanjut ke Batu Belig sampai dengan Pantai Berawa. "Pembangunan area Pura Batu Bolong, Bangsal Nelayan, Area Plaza Kuliner, Balawista, Area Sport Center dan Play Ground serta fasilitas publik lainnya," jelasnya.
Selain itu Pemkab Badung juga konsen melakukan penataan muara sungai dari pendangkalan. Pengerukan dan normalisasi dilakukan untuk mencegah banjir.
"Jika ada pelanggaran sempadan sungai dan ini tentunya akan ditertibkan. PUPR Badung akan bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai Bali Penida (BWSBP) akan melakukan pendataan, peringatan dan langkah selanjutnya," tegas dia.
Untuk diketahui, normalisasi guna mencegah banjir merupakan program rutin Pemkab Badung. Tahun 2015 kami melakukan pembangunan longstorage Tukad Mati (untuk mengurangi dampak banjir di Tukad Mati).
"Tahun 2022 kegiataan Normalisasi Aliran Sungai Yeh Poh dengan melakukan pengerukan alur sungai, pembangunan jalan inspeksi, pembangunan bangunan pengaman muara sungai dan perkuatan alur sungai," tukas dia.
Semua ini dilakukan Pemkab Badung agar ada rasa nyaman dan aman bagi wisatawan maupun investor. Jangan sampai banjir menjadi momok dan mengganggu liburan wisatawan di Bali. ***
Tag
Berita Terkait
-
Begini Modus Pertamini di Badung Timbun Pertalite Jelang Harga BBM Bersubsidi Dinaikkan Jokowi
-
Pelaku Oplos LPG yang Ditangkap di Badung Sudah Beraksi Sejak Lama, Ternyata
-
Bikin Antrean Panjang, Bos Pertamini Diringkus Polisi: Dilaporkan Warga Beli Pertalite 4 Jerigen
-
Polisi Gerebek Gudang Pengoplos Gas 3 Kilogram ke 12 Kilogram di Buduk, Badung
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
Terkini
-
6 HP Murah Alternatif Redmi 15, Punya Baterai Jumbo dan Fitur Lengkap
-
Waduh! Siaran Gratis Piala Dunia 2026 Terancam Batal, Presiden Sampai Buka Suara
-
Puluhan Mobil Pemudik Nyasar ke Tengah Sawah Usai Ikuti Arahan Google Maps
-
Gelombang THR Usai, Saatnya Serbu Lowongan! 5 Jurus Ampuh Dapat Pekerjaan Baru Pasca-Lebaran
-
Fantastis! Fans Inggris Harus Rogoh Rp200 Juta Lebih untuk Nonton Piala Dunia 2026
-
Jangan Dibuang, 7 Cara Cerdas Olah Sisa Opor & Rendang Jadi Menu Baru yang Lezat
-
Nonton Piala Dunia 2026 Bisa Bikin Kantong Jebol! Ini Rincian Biaya Fantastis yang Harus Disiapkan
-
Promo Alfamidi Pekan Ini 23-29 Maret 2026: Diskon Susu, Snack, hingga Kebutuhan Rumah Tangga
-
Benarkah WFA Efektif Tekan Arus Balik 2026? Saat Data Kendaraan Justru Meningkat
-
Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa