Suara.com - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat ini sudah menjadi andalan bagi masyarakat Indonesia untuk menjamin kesehatan pribadi dan keluarganya. Selain itu, banyak pengusaha juga mempercayakan kesehatan para karyawannya pada Program JKN, Evilita Andriani adalah salah satunya.
Evilita merupakan founder salah satu startup yakni Syarihub. Sebagai sebuah startup tentu skala perusahaannya belum sebesar pabrik-pabrik di perkotaan, meski demikian kesejahteraan karyawan menjadi perhatian utama baginya, salah satunya dengan memberikan fasilitas jaminan kesehatan.
“Karena SDM itu nyawanya sebuah perusahaan, saya tidak ingin karyawan saya ketika sakit terbebani dengan biaya berobat. Untuk itu saya ingin berikan mereka fasilitas jaminan kesehatan,” ujar Evilita.
Untuk memberikan fasilitas jaminan kesehatan bagi karyawannya, Evilita mencari tahu beberapa produk jaminan kesehatan dari produsen yang berbeda-beda. Hingga pada akhirnya ia tertarik dengan jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan yaitu Program JKN.
“Dari sekian banyak produk jaminan kesehatan, saya merasa Program JKN yang paling proporsional. Selain karena sudah ada aturannya dari pemerintah, saya melihat BPJS Kesehatan saat ini sudah berkembang jauh lebih baik,” jelasnya.
Menurut Evilita, BPJS Kesehatan selaku penyelenggaran program JKN mengalami peningkatan luar biasa dalam hal layanan kesehatan. Salah satunya dengan banyaknya Faslitias Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKTL) yang kini telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
“Kebanyakan karyawan saya berdomisili di Sidoarjo dan Surabaya. Jumlah klinik dan rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sudah banyak dan tersebar di berbagai daerah, jadi kalau mereka sakit nantinya tidak perlu kesulitan untuk mencari fasilitas kesehatan, mereka tinggal memilih mana yang terdekat dengan domisili mereka,” tambah Evilita.
Dengan memiliki jaminan kesehatan diharapkan para karyawan bisa lebih fokus dalam bekerja. Sebab tak perlu lagi khawatir bila jatuh sakit dan harus berobat. Semua akan dijamin oleh BPJS Kesehatan sampai mereka benar-benar sembuh.
“Para karyawan pasti merasa lebih tenang, karena dengan tergabung dengan Program JKN saat terjadi resiko mereka tidak perlu lagi mengeluarkan uang lebih dari gaji mereka,” tutup Evilita.
Baca Juga: Ini Rincian Biaya Klaim Kacamata BPJS Kesehatan Kelas 1-3
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga
-
Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar
-
Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok
-
Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong
-
IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun
-
60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha
-
Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan
-
Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan