Suara.com - PT Pos Indonesia (Persero) memastikan tidak ada kenaikan tarif angkutan logistik, meski harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi mengalami kenaikan sejak awal September 2022.
Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia Siti Choiriana menyebutkan, kendaraan Pos Indonesia yang menggunakan BBM jenis Pertalite hanya sedikit, karena mayoritas kendaraan perseroan menggunakan Pertamax.
"Kalaupun ada gonjang-ganjing tidak ada pengaruh. Bahkan, kami men-declare tidak akan menaikkan harga meskipun yang lain ribut menaikkan harga," ujarnya, Rabu (28/9/2022).
Ia menambahkan, beberapa penyedia jasa layanan logistik sempat menghubungi Pos Indonesia untuk mengajak perusahaan pelat merah itu menaikkan harga. Namun, Pos Indonesia menegaskan posisi perseroan tidak akan menaikkan harga.
"Dulu saat kami bikin ekspres jadi same day service atau next day service itu standarnya pesawat, saat ini dengan adanya tol ini lebih mudah juga," Kata dia.
Saat ini, mitra kerja O-Ranger mengisi bahan bakar kendaraan sekitar Rp30.000 sehari. Jumlah BBM itu cukup untuk mobilisasi mereka karena ada klaster-klaster, sehingga kebutuhan BBM tidak banyak.
Menurut dia, Pos Indonesia juga fokus untuk beralih dari kendaraan BBM menjadi kendaraan listrik.
Selain itu, beberapa O-Ranger sudah memakai sepeda motor listrik, sehingga kenaikan harga BBM tidak berdampak signifikan terhadap bisnis logistik Pos Indonesia.
"Kami mau menegaskan dengan adanya ini (BBM naik) layanan pos tetap tidak naik. Iklan kami masih jalan kirim dua bayar satu, berarti itu setara diskon 50 persen, sudah tidak naik malah kasih diskonnya masih jalan," kata Choiriana.
Baca Juga: Pos Indonesia Salurkan BLT BBM kepada Warga di Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar
Pos Indonesia telah menjadi solusi layanan kurir dan logistik dengan menjangkau lebih dari satu juta UMKM dan 4.700 korporasi dengan dengan menguasai 7,1 persen pangsa pasar nasional sampai akhir Juli 2022.
Selain melayani jasa pengiriman ke 228 negara, perseroan juga melayani pengiriman ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pos Indonesia telah memiliki lebih dari 10.000 armada, lebih dari 50.000 agen pos, 27.600 drop point, sekitar 10.000 kurir, 4.800 kantor pos, 151 gudang hingga 510 biller jasa keuangan dalam menunjang bisnis perseroan.
Berita Terkait
-
Pos Indonesia Tancap Gas Salurkan BLT BBM ke Daerah 3T
-
Makhluk Aneh Baru Ditemukan di Laut Karibia
-
Bagaimana Cara Pencairan BSU 2022 Tanpa Rekening? Siapkan KTP dan Surat Undangan
-
Hadapi Tantangan Geografis, Penyaluran BLT BBM Regional I Capai 97 Persen
-
Pos Indonesia Salurkan BLT BBM kepada Warga di Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Bulog Bidik APBN untuk Pengadaan 4 Juta Ton Beras 2026, Demi Lindungi Petani dan Jaga Harga Pangan
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal